Kumpulan Amaedola Li Nono Niha (Peribahasa Nias) Beserta Artinya

Amaedola Li Nono Niha - Peribahasa Nias

Amaedola Li Nono Niha merupakan rangkaian kata-kata bijak dalam bahasa Nias. Bukan sembarang kata lho, biasanya disusun dalam bentuk majas yang mengambil beberapa perumpamaan berbagai benda ataupun makhluk hidup. Beberapa juga menyebutnya dengan pantun asal Nias atau kata-kata mutiara dalam bahasa Nias.

Terlepas dari penyebutan yang beraneka ragam, amaedola dalam bahasa Nias sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dibuat oleh kakek dan nenek moyang suku Nias. Pentingnya pengetahuan akan amaedola ini bisa dibilang tidak akan pernah hilang, buktinya hingga saat ini telah dibudayakan secara turun temurun atau diwariskan kepada setiap generasi suku Nias.

Wajar sih sebenarnya, mengingat penggunaan dan pengaplikasian amaedola sendiri sangat erat hubungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bila diperhatikan, sepintas kalimatnya terlihat singkat namun memiliki makna yang begitu berarti.

Itu makanya amaedola li Niha kerap digunakan sebagai kata-kata nasehat (mene-mene zatua) jika hendak memberi arahan kepada seseorang atau bahkan bisa juga sebagai perumpamaan agar suatu pembicaraan bisa lebih terarah dan mudah dipahami.

Tak sedikit juga yang menggunakan amaedola li Niha sebagai kalimat pembuka jika hendak berpidato, pernikahan adat Nias (fangowalu), menyampaikan pendapat atau bahkan ketika menyampaikan khotbah di gereja.

Melalui artikel ini admin akan mengulas kembali kumpulan peribahasa Nias beserta artinya atau dalam bahasa Niasnya "angowuloa gamaedola ba li nono Niha sifao eluaha".


Peribahasa Nias Beserta Arti

Berikut kumpulan peribahasa Nias / amaedola li nono niha yang sering digunakan baik dalam pernikahan adat Nias maupun dalam kehidupan sehari-hari suku Nias - ono niha.

  1. Abakha namö nasi ebua namö Noyo, so sa zu'asu'a sinado (dalam air laut, besar sungai Oyo tetapi ada ukuran sinado. Sinado yaitu tempat bawah air dari seruas bambu)
    Artinya : Seseorang yang hendak membeli atau memiliki sesuatu barang-barang, harus mempertimbangkan keadaan dan pendapatannya.
  2. Abasõ gahe zanõrõ idanõ (basah kaki yang berjalan memijak air)
    Artinya : Orang yang kebagian atau mendapat sesuatu keuntungan dalam sesuatu hal walaupun hanya sedikit.
  3. Abila aöndrö akõi adölö (bengkok lengkung bungkuk dan lurus)
    Artinya : Orang yang tidak jujur tidak bisa dipercaya sebab persentase kejahatannya lebih besar daripada kebaikannya.
  4. Abila horokina manu, adὂlὂ zuga zilatao. Tefuyu mbagi hendrifὂ bamuyu – muyu gego.
    Artinya : orang yang perkataanya tidak menentu dan suka memutar balikkan kebenaran.
  5. Abila gae aköi gowi afatö na mufadõlõ (pisang yang bungkuk dan ubi yang bengkok, jadi patah kalau diluruskan)
    Artinya : Kebiasaan seseorang susah sekali mengubahnya dan bila dipaksakan, dapat saja membawa akibat yang tidak baik.
  6. Aboto woyo – woyo basilimo.
    Artinya : perumpamaan untuk menggambarkan suatu balasan atas perbuatan. Misalnya pemberian hadiah bagi anak – anak setelah mengerjakan sesuatu. Artinya : berbuat itu pasti ada hasilnya.
  7. Abölö alawa atoru abölö anau afatõ (terlalu tinggi akan patah, terlalu panjang patah)
    Artinya : Orang yang sangat tamak dan rakus akan harta atau pangkat tentu menjadi sumber celaka atas dirinya.
  8. Abölö ara wamogõ ba akhozi (terlalu lama memanggang akan hangus)
    Artinya : Sesuatu yang sangat berlebihan, akan membawa akibat buruk dan merugikan.
  9. Abὂlὂ duhe moroi banangi.
    Artinya: orang pendiam lebih pandai dari orang yang banyak bicara.
  10. Abὂlὂ mamera`ὂ dima ba kalua zafeto.
    Artinya : kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.
  11. Abὂlὂ zakela-kela alio zanio tugala, alio ndra lakha mbanua ahou nasa ziso donga.
    Artinya : bila ada tujuan positif maka semua rintangan dapat/ bisa diatasi.
  12. Abölö zilatao wa'alô'ô moroiba zilatao wa'aila (lebih kuat ayam jago ketiadaan daripada ayam jago rasa malu)
    Artinya : Terpaksa dapat malu, karena tidak dapat melayani tamu sebab tidak ada uang.
  13. Abõtu nafo nira'ura'ui, afoe nafo nituyu tou (mulut jadi pedis bila makan sirih yang direbut-rebut, dan kelat mulut memakan sirih yang diambil sendiri di bawah)
    Artinya : Pembagian sesuatu harus melalui cara yang sewajarnya, tidak boleh berebut atau bertindak sesuka hati.
  14. Abôu ba lõ amatela (bau busuk tetapi tidak ada bangkai)
    Artinya : Tuduhan yang tidak ada buktinya.
  15. Abu'a gõmõ ana'a ba lõ abu'a gõmõ taroma-li (utang emas bisa dilunasi, tetapi utang bicara yang sudah diucapkan tidak bisa dibayar.
    Artinya : Hati-hati dalam berkata-kata, jangan sampai melukai hati pendengar karena ucapan yang sudah diucapkan tidak bisa ditarik kembali.
  16. Abu’a gὂmὂ balὂ abu’a li.
    Artinya : kata-kata sindiran ( yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.
  17. Abusodo lõ u'a ba na so u'a nasa (saya kenyang tidak mau makan tetapi kalau ada kumakan lagi)
    Artinya : Kata pura-pura tidak mau lagi, sebenarnya ia sangat menghendaki.
  18. Adogodogo mbaewa na asoso (kalau sudah masak belut jadi pendek)
    Artinya : Orang sudah tua dan berumur, tidak kuat lagi untuk bekerja.
  19. Adölö khõ duada abila khö gaweda (lurus pada kakek bengkok pada nenek)
    Artinya : Persoalan yang disetujui kakek/bapak tetapi nenek/ibu tidak setuju.
  20. Adulo do`ia adulo gὂ`ὂ tutu ia bawolomὂ tegilo-gilo manὂ.
    Artinya : orang yang tidak tetap pendirian karena perkataannya tidak dapat dipegang.
  21. Aetu dalu bawamadõni (putus tengahnya karena tarik menarik)
    Artinya : Perselisihan yang tidak ada yang mau mengalah, akhirnya dapat kerugian besar.
  22. Aetu zinali tola latohu, fabali-dõdö zifahuwu, afõkhõ wamaogö mangawuli (kalau putus tali dapat disambung, kalau putus tali persahabatan, susah memperbaikinya)
    Artinya : Hati-hati betul bersahabat, timbang rasa, tenggang menenggang supaya dapat selamat ; Kalau isteri/suami meninggal dapat diganti tetapi sanak famili tak dapat diganti. Bangunlah hubungan yang baik dengan semua sanak famili!
  23. Afatὂ dὂla ziwalu afatὂ dὂla zese, uwai nitou`ὂ memube`e bawoha-woha gafore.ὂ.
    Artinya : cara pengambilan keputusan yang sangat tepat.
  24. Afatõ mbalatu na tõra sõfu (akan patah parang kalau berlebihan sepuhnya)
    Artinya : Tidak baik atau punya efek buruk, kalau terlalu keras dalam sesuatu hal.
  25. Afeto harita afoe dawὂ mbawi, hadia sibai mbὂrὂ zami hari nakhe taromali.
    Artinya : perkataan yang enaak di dengar lebih berharga dari pada pemberian.
  26. Afiso na lõ mufa'ema li si no mu'oroi'ö (jadi pekak kalau tidak disampaikan pesan dalam bentuk perkataan)
    Artinya : Jangan lupa dan harus disampaikan pesan seseorang kepada orang yang dituju.
  27. Afõkhõ mbahõ si lõ alua yawa (bersin yang tidak jadi keluar terasa sakit)
    Artinya : Perasaan atau pendapat yang tidak jadi diutarakan/dikemukakan, terasa sakit.
  28. Afõkhõ na dumadao ba afõkhõ na muzizio (duduk sakit berdiri pun sakit)
    Artinya : Serba salah dalam mengambil suatu keputusan.
  29. Afusi mbawa zi lõ ana'a, ahoe mbawa zi lõ nukha (putih muka orang yang tak punya harta dan pucat muka orang yang berpakaian seadanya saja)
    Artinya : Orang yang tak punya apa-apa, merasa tidak punya harga diri dan malu berhadapan dengan orang lain.
  30. Agega ndraono sidarua molaya, owὂra wakhe sidarua mondrino.
    Artinya : sesuatu yang dipimpin oleh dua orang / sesuatu yang di kerjakan oleh dua orang pasti akan rusak.
  31. Ahe zafõkhõ ta'io nidaludaluni (kaki yang sakit tapi tangan yang diobati)
    Artinya : Lain yang diminta lain yang diberikan.
  32. Ahori nakho ba tekiko mbalatu (habis arang besi binasa)
    Artinya : Pedagang yang telah mengeluarkan banyak uang tetapi hasil tidak ada malahan rugi.
  33. Ahõwõ hõrõda wamaigi (sial mata kita melihatnya)
    Artinya : Seseorang yang melihat sesuatu yang memalukan mata.
  34. Akha alau hulõ nifedadao moroi na alau hulõ ni'olobigõ (biar jatuh seperti terduduk, daripada jatuh seperti terbanting)
    Artinya : Karena sesuatu hal, lebih baik berhenti sendiri dengan hormat daripada diberhentikan dengan tidak hormat.
  35. Akha lὂsumange akha lὂbὂwὂ, nasokhi li no`alὂsὂ fehede hulὂ nidanὂ.
    Artinya : perkataan yang untuk di dengar lebih berharga dari pada pemnberian.
  36. Akha mate mbaewa, si radi nawὂ.
    Artinya : meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabial hasilnya setimpal dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan “merugikan”.
  37. Akha mate mbaewa na siradi nawõ (biar mati belut tetapi beras 'siradi' kawannya)
    Artinya : Biar harga mahal tetapi barangnya cantik dan pantas harganya.
  38. Akhozi lõ alitõ ahõndrõ lõ idanõ (hangus tidak ada api, tenggelam tidak ada air)
    Artinya : Hati hancur karena menderita kesedihan. Misalnya, ditinggal mati oleh orang yang dikasihi.
  39. Akhozi zombambaya alitõ (akan hangus yang memegang api)
    Artinya : Melakukan perbuatan jahat harus terima ganjarannya.
  40. Alabu ndraono si darua molaya, owὂra wakhe si darua mondrino.
    Artinya : pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa berantakan.
  41. Alau ndraono si darua molaya (akan jatuh anak yang dua menimang.)
    Artinya : Perusahaan yang dua orang mengepalainya akan rusak atau bangkrut ; dualisme kepemimpinan tidak efektif untuk mencapai hasil maksimum.
  42. Alawa luo afeto duo, aleu dawuo, aisõ nidanõ mbanio (tinggi hari pahit tuak, layu sirih, asam air kelapa)
    Artinya : Pekerjaan harus diselesaikan pada waktu yang seharusnya, supaya tidak merugi atau jangan menunda – nunda penyelesaian suatu pekerjaan.Semakin ditunda semakin tidak selesai.
  43. Alὂlὂ nafo nano munganga afeto mbago nano mufera, awai halὂwὂ nano mubabaya.
    Artinya : kesungguhan seseorang atau beberapa orang mengerjakan sesuatu karena mereka sungguh – sungguh bekerja maka pekerjaan itu siap.
  44. Alõlõ nafo na no munganga, ahori gõ na no mu'a (sesudah sirih dikunyah jadi ampas, sesudah dimakan makanan jadi habis)
    Artinya : Berbagilah kepada orang lain bila ada sesuatu yang dapat dibagi sebab lebih berarti berbagi daripada dihabiskan sendiri.
  45. Alὂlὂ nafo na mo munganga, ahori gὂ na mo mu`a, awai zino mondrὂi zi lὂ taya ha taromali sisambua.
    Artinya : berbuat baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.
  46. Akha lõ omuhua asala lõ abõu (biar tidak wangi asal tidak bau busuk)
    Artinya : Keadaan dan kelakuan, tidak usah terpuji asal tidak kena teguran.
  47. Alai ndrao gafὂkha alai ndrao mbekhu, ibe bakha langu bahulὂ gadulo manu.
    Artinya : keluhan seseorang yang tertipu karena kelicikkan orang lain.
  48. Amaedola gadulo manu haba hele-hele orudu fabali sa`ae na`ono manu, soni`a garawi bandru`u, sonikhoi moyo bahogu geu, baso ni langὂ zanutu.
    Artinya : orang bersaudara bahwa hanya waktu kecil berkumpul disamping orangtua kalau sudah dewasa berpisah untuk mencari nafkah dan kehidupannya pasti berbeda – beda.
  49. Amawa fatua so zowōli (jual selagi ada orang yang membeli)
    Artinya : Kalau ada orang yang melamar, pertimbangkan dulu sebelum ditolak.
  50. Amawa ua awena ôli (lebih dahulu jual baru beli)
    Artinya : Kalau rasa bisa dikerjakan sendiri pekerjaan itu, baru disuruh orang lain mengerjakannya.
  51. Ami gõ zombaomo (enak makanan tetangga)
    Artinya : Masakan tetangga atau orang lain, karena baru diresapi terasa enak, walaupun sama mutu gizinya dengan masakan di rumah sendiri.
  52. Ami hulõ we ba afeto hulõ gawõkhu (enak seperti madu dan pahit seperti empedu)
    Artinya : Kalau baik, baik sekali, kalau marah, marah sekali ; Kata-kata yang manis tetapi menyakitkan perasaan.
  53. Amuata nifaigi ba bua-bua nitõngõni (kelakuan yang dilihat dan tingkah laku yang diingat-ingat)
    Artinya : Orang dinilai dari kelakuan dan budi pekertinya.
  54. Amuata nifaigi bua – bua nitὂngὂni.
    Artinya : seseorang yang pandai bicara atau pandai berjanji bahwa yang akn di perhatikan bukan perkataannya melainkan perbuatannya.
  55. Andrὂ alua gowasa andrὂ alua dome meno ha sara dὂdὂra ndramatua-ndra’alawe.
    Artinya: dikatakan kepada keberhasilan kesepakatan.Bahwa sesuatu rencana tercapai bila salah ada kesepakatan semua pihak.
  56. Andrὂ molali mbὂrὂ nohi khὂ balugu oroisa langi.Bὂrὂ dὂdὂ sangandra-ngandrauli.
    Artinya: dikatakan kepada orang yang selalu berpikir tidak stabil akibatnya bila dia mengerjakan sesuatu maka tidak berhasil.
  57. Andrὂ ὂli mbua andrὂ atua mbene mesi mbelu matua sanaro-naro.
    Artinya: dikatakan kepada sesuatu tempat, rumah/kampung yang terhindar dari gangguan dari luar oleh karna ada pemuda yang menjaganya.
  58. Andrὂ so’goto-oto mbagolὂ,andrὂ so’gotalua mbawa ndruhὂ fabὂi faedo ira memὂrὂ dome zowatὂ.
    Artinya: dikatakan kepada batas hubungan dalam keluarga walaupun hubungan antara keluarga begitu erat namun ada batas-batas yang tidak dapat di langgar.
  59. Andrὂ tabὂrὂ danὂ andrὂ tatarai ngὂfi afu molala lagasi, afu mulua mbewa hὂni.
    Artinya: dikatakan kepada tindakan yang bijaksana itu dilakukan secara tidak langsung namun hasilnya menguntungkan.
  60. Andrὂ tolega-lega ba’andrὂ maoso-maoso melὂ mukhao nahagio, khὂ gowe idanὂ gawo.
    Artinya: dikatakan kepada seesuatu yang tidak stabil karna belum diketahui penyebabnya dan penyebabnya itu belum diatasi.
  61. Aoha gara na mozawili, abua gara na owulo (ringan batu kecil kalau berserak-serak, tetapi berat kalau disatukan)
    Artinya : Persatuan yang kuat dan kokoh, tidak mudah musuh mengalahkannya.
  62. Aoha mbulu zihasamὂsa abua mbulu nihasato andrὂ adudu zolawa andrὂ adudu zolewa bὂrὂ hugὂ-hugὂ zato mehatὂ sara hago.
    Artinya: demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oarang banyak bila mereka sehati lebih banyak hasilnya dari pada yang dikerjakan oleh satu orang.
  63. Aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi khõda tafadayada hulu khõda tafaewolowolo (ringan beban sama-sama dipikul, ringan beban sama-sama diangkat, bahu kita sama tinggikan, punggung kita sama ratakan)
    Artinya : Ringan beban/pekerjaan yang dikerjakan secara gotong royong sebab masing-masing turut mengambil bagian.
  64. Aramba gia gὂmi siwa hagu toli hasambua lahagu labὂzi walu hagu oi zara moli.
    Artinya: demikianlah keadaan orang yang kokoh persatuannya satu oarang saja punya urusan semua orang yang lain turut merasakannya.
  65. Aramba Luomewõna aramba Luoholi, laholehole wamõzi, fategaõlõgaõlõ li (gong Luomewõna, gong Luoholi, dibeleng-beleng memukulnya, supaya bunyi suaranya merdu)
    Artinya : Sesuatu yang dikehendaki, sangat baik jika dengan kias memintanya atau mengutarakannya.
  66. Arὂrὂ gi arὂrὂ go dὂwu adulo, wamadὂni silὂ boto.
    Artinya demikianlah orang yang asing saja bertengkar memeperebutkan sesuatu yang tidak bermanfaat yang mereka perebutkan barang ampas tebu yang sudah habis manisnya.
  67. Asala gadulo ba helehele ba fatiti (sedangkan telur di tempat simpanannya bisa berlaga)
    Artinya : Suami-isteri, kakak-beradik, sanak- famili dapat saja berselisih tetapi tidak lama sudah berbaikan kembali.
  68. Asala lõlõ nafo, labe'e sa'atõ folosi gilo (sedangkan ampas sirih, dipergunakan sebagai pembersih air ludah)
    Artinya : Sesuatu barang-barang apapun, akan ada gunanya pada waktunya.
  69. Asala nasu lõ m6i na lõ mukokoto (sedangkan anjing tidak datang kalau tidak dipanggil)
    Artinya : Seorang famili yang tidak turut menghadiri suatu acara, mungkin kesilafan tidak sampai surat undangan, dan lain-lain, ketika ditanya kepadanya mengapa dia tidak hadir, lantas dia mengucapkan pepatah ini.
  70. Asese sogὂi badaὂ tenga atete tenga tὂdὂ tenga lὂnga tenga ulὂ lὂtaila heza manὂ.
    Artinya: demikianlah orang yang pemakaian penghasilannya tidak teratur dia tidak dapat mengenal perbelanjaannya karna dia tidak mengatur dengan baik.
  71. Aso'a gafore mozizio, tegaõlõ lauru dumadao (rebah meteran babi berdiri, terguling kulak terduduk)
    Artinya : Perselisihan dapat diselesaikan dengan hukum adat.
  72. Asoso gõmõu sadaha-daha (akan dikenakan kamu utang yang mentah-mentah)
    Artinya : Kalau ada perkataan/tingkah laku menantu yang tidak sopan atau tidak senonoh terhadap mertuanya dan famili mertuanya, harus dihukum denda menurut hukum adat. Supaya para menantu berhati-hati dalam perkataan dan tindakannya, maka pepatah ini diucapkan kepada mereka.
  73. Asu mbolokha ba no ifadayadaya gi'onia (anjing pemburu yang baik, ekornya mendatar saja)
    Artinya : Orang pandai dan berilmu, tidak mau membanggakan dirinya atau sombong.
  74. Asu zifasala ba mao nibõzi (anjing yang bersalah tetapi kucing yang dipikul)
    Artinya : Seorang yang bersalah tetapi lain orang yang kena hukuman.
  75. Ata'u ia lumõ-lumõnia (takut dia bayang-bayangnya)
    Artinya : Senantiasa dalam ketakutan, karena kesalahannya sendiri.
  76. Atoru zasoso, atoru zobou'anõ, atoru zataha, ba atoru wu'uwu'u (akan jatuh yang masak, yang busuk, yang mentah, dan juga yang masih putik)
    Artinya : Sekalian yang bernyawa akan mati : waktu tua, muda, masih anak-anak atau bayi. Tidak ada yang mengetahuinya, hanya Tuhan yang tahu.
  77. Auri nitõrõ horõ ba mate nitõrõ dõlõtõlõ (yang berbuat zinah akan hidup, yang rakus dan tamak akan mati)
    Artinya : Yang berbuat zinah akan dinikahkan atau dikenakan sanksi hukum, tetapi orang yang rakus dan banyak makan bisa termakan racun dan akan mati karena banyak utang.
  78. Auri nilangõgõ gawõni, auri nilangõ geho, me so ndraha sanuwu tanõ, me so ndraha sanuwu dao (hidup yang ditimpa kayu awõni, hidup yang ditimpa kayu beringin, karena ada dahan yang menunjang tanah, karena ada dahan yang menunjang tanah keras)
    Artinya : Orang yang banyak sanak saudara dan famili, bisa selamat dari sesuatu yang membahayakan, karena ada banyak yang membantu atau menolong.
  79. Auri nono galakala mete nono tebai ala (orang yang mau mengalah akan hidup, dan akan mati orang yang tidak mau kalah)
    Artinya : Orang yang merendah diri dan mengalah dapat hidup berbahagia.
  80. Awai khὂnia awai sa’ae nomanaere noahole tetuyu tobali akaole.Mogo’o gowi ndramatua molau mbanio ndraalawe iraono zolohe afore sibuayo zolohe tekhe nalὂ sosili sonekhe nalὂ satua sangehekhe aekhu bambaho nomὂi mbὂrὂ wa’amate.
    Artinya: dikatakan kepada keluarga yang gagal membimbing anak-anaknya akibatnya anak-anak itu bodoh dan dungu, mereka menjadi korban orang yang lebih pintar dari mereka dikatakan yang kepada mereka yang salah didik sehingga mereka bekerja bukan pada tempatnya apabila yang mereka kerjakan tidak berhasil.
  81. Awai nihõkhahõkha balatu bakha dõdõda (hati kita seperti disayat-sayat pisau)
    Artinya : Hati yang sangat pedih dan sedih, karena perkataan dan perbuatan seseorang.
  82. Aya namania lõ ibōhōli, aya namania lõ ibato (cara bapaknya tidak dilupakannya, hadat bapaknya tidak ditinggalkannya)
    Artinya : Pujian kepada orang yang meneruskan cara, kepimpinan, dan sifat-sifat bapaknya yang baik.
  83. Aya ndraono na ataha aya zatua na asoso (kalau masih mentah permainan anak-anak, kalau sudah masak permainan orang tua)
    Artinya : Urusan yang masih kecil adalah urusan anak-anak, urusan besar urusan orang tua).
  84. Babὂi faὂi gambala babὂi fahὂi dufo fabὂi oroma nὂsi wa`angao. Artinya : janganlah suka membuka rahasia kelemahan seseorang, karena seseorang itu akan mendapat malu ataupun dia tersinggung.
  85. Babὂi hulὂ manu dahὂnagu sambua ihalὂ isetaigὂ, akha hulὂ manu bafὂfὂ`ὂ sambua ihalὂ ifὂfὂgὂ.
    Artinya : mengerkajan sesuatu janganlah asal jadi dan berantakan tetapi hendaklah mengerjakannya dengan teratur dan diselesaiakan satu persatu atau jangan ditumpuk saja dan tidak ada satu pun yang tuntas selesai.
  86. Baewa sanõrõ tete kahe, na la'ewa ba aetu gahe, ba na la'efasi ba alimagõ me ahulua (belut yang lewat di atas tapak kaki, jika dipotong putus kaki, jika dilepaskan kasihan karena ia objek buruan)
    Artinya : Keuntungan yang serba salah untuk diambil atau diterima. Orang sangat pandai dan diperlukan sekali tenaganya tetapi sifatnya pencuri diam-diam.
  87. Baewa sise-ise baewa sesolo andrὂ sibai lὂahono isumba mati’o ikhai-khai baya komo.
    Artinya: dikatakan kepada sesuatu kegiatan yang tidak tenang atau tidak lancar karna ada gangguan disekitarnya.
  88. Bahele kakaigu kaka nomanunὂ wofo gatua gὂri-gὂri sὂkhido sahulὂ wongi farikho natanὂ owi.
    Artinya : sesuatu kegiatan bila pada awlnya sangat baik tetapi pada akhirnya sangat jelek.
  89. Balaki ba Hageri, farada ba Ase, ba maera oroma lahe (emas dari Inggris, perada di Aceh, di batu ujian nampak karatnya.
    Artinya : Orang dapat dinilai dari hasil pekerjaan dan perbuatannya.
  90. Ba mbõrõ alõsõ, ba dalu roinõ, ba hogu fadô'ô (mula-mula licin, di tengah kesat, pada akhirnya tersendat)
    Artinya : Permulaan baik, pertengahan tidak diperbaiki, akhirnya rusak.
  91. Banomo zae-zae duho goma habadete mulete yawa badὂdὂu obu’u bakha.
    Artinya: di katakan kepada orang yang dilurnya saja baik tetapi didalam jatinya jahat.
  92. Bawa badakera bawa bagambὂlὂ halὂ ayau natola ὂhalὂ, saukhu moroi bagalitὂ.
    Artinya seseorang agr dia pandai memilih nasehat – nasehat yang baik.
  93. Bawa moroi yὂu bawa moroi raya mowazuzu mowaondra, bafaoma nofazuzu haga.
    Artinya : orang yang sama keras, mereka sulit untuk sepakat.
  94. Belu matua belu akhe, akha sa`ae so dania, bano`atagedo wolombase.
    Artinya : ungkapan sebagai sebagai luapan keluhan karena sudah capek menunggu permintaan baru dikabulkan.
  95. Bewemὂ afasi bewemὂ kiliὂmὂ, bὂi singa waakhὂtὂ be`e banafou hatὂ fa`a`ozu bewemὂ.
    Artinya : mengerjakan sesuatu hendaklah pelan – pelan janagn dipaksakan carilah waktu yang tepat.
  96. Bὂi aekhugὂ luo bawὂnu.
    Artinya : amarah jangan di pendam.
  97. Bõi a'iki na abuso ba bõi e'e` na olofo (jangan tertawa kalau kenyang dan jangan menangis kalau lapar)
    Artinya : Nasib manusia tidak selamanya senang dan tidak selamanya susah.
  98. Bõi alui wa'abu-dõdõ ba bõi timba harazaki (kesusahan jangan dicari-cari, rezeki jangan ditolak)
    Artinya : Walaupun sedikit kalau ada rezeki jangan ditolak dan kesusahan jangan dipancing-pancing.
  99. Bõi anaru ba dete wõnõ (jangan menabur bibit di atas sampah bawaan banjir)
    Artinya : Mengerjakan pekerjaan yang pasti tidak akan berhasil.
  100. Bõi ano'õ ba zi lõ gasõ (Jangan disisip atau kalau tak ada kasau)
    Artinya : Jangan minta sesuatu kalau tidak ada dasarnya.
  101. Bõi atalisi nasio sizai tuturu fa bõi obou nagole gõrõbao sizai undru (jangan disayangkan garam yang sececah supaya jangan busuk daging kerbau sebesar buah kundu)
    Artinya : Biar rugi sedikit daripada rugi besar.
  102. Bὂi auko dὂdὂ dalimbo, babὂi obu`u dὂdὂ landrὂta.
    Artinya : hargailah perasaanya, sudah tahu dia sedang susah (sedih), tak usah lagi menambah beban pemikirannya.
  103. Bὂi badu nidanὂ bawehasu-hasu.
    Artinya : jangan mengambil keputusan pada saat emosi.
  104. Bõi bago dalu wa'asõkhi (jangan setengah membuat kebajikan)
    Artinya : Jangan separoh-separoh untuk melakukan kebaikan.
  105. Bõi bali bõi gilo li si no tawa'õ no (jangan diputar jangan dibalikkan, janji yang sudah kita tetapkan)
    Artinya : Perkataan yang sudah disepakati, menjadi janji yang erat, teguh, tidak boleh diubah-ubah dan dimungkiri.
  106. Bõi bali'õ kukuõ mbungõmbungõ wakhe (jangan jadikan ulat butiran nasi)
    Artinya : Yang baik jangan dijadikan yang tidak baik.
  107. Bõi biniõ gafore bõi biniõ lauru, me'e dõdõ zi lõ ama, fa'alai dõdõ zilumana (jangan sembunyikan meteran babi, jangan sembunyikan kulak, akan menangis hati yang tidak ada orang tuanya dan akan mengeluh orang miskin)
    Artinya : Keputusan yang diambil harus seadil-adilnya, jangan pilih bulu atau pilih kasih.
  108. Bõi dõni mbulu nakhe ba gotalua niha sato (jangan dibentangkan daun aren di tengah orang banyak)
    Artinya : Jangan diberikan sesuatu kepada orang banyak, karena jika diberikan kepada seorang, kepada yang lain juga harus diberikan. Kecuali banyak persediaan dan cukup untuk semua orang.
  109. Bὂi fabu`u aya ndraono lawere, fawere-were dania.
    Artinya: tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena janji adalah hutang.
  110. Bõi fagokhõ na lõ bago (jangan genggam tanganmu kalau tidak berisi tembakau)
    Artinya : Harus diakui terus terang kalau tidak ada, supaya rasa malu tidak bertambah.
  111. Bὂi fagokhὂ nalὂ bago.
    Artinya : tak perlu banyaak omongan / pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.
  112. Bὂi fake gelemu go`o,hὂtὂi alawa ba hὂtὂi musindro lὂ`ὂsi, fake gelemu wakhe hὂtὂi alawa ba hὂtὂi aὂndrὂ bὂrὂ memo`ὂsi.
    Artinya : kalau kiata sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati dan santun.
  113. Bõi fanerei bulu nakhe (jangan seperti memotong daun aren)
    Artinya : Orang yang menolak terus suatu permintaan atau orang yang tidak menerima sedikit pun nasihat, kepada mereka dikatakan pepatah ini.
  114. Bὂi farὂmba - rὂmba yὂu wὂnὂ, oidua ziwὂnὂ olutusi nidanὂ fabὂi alua zowarὂ - warὂ.
    Artinya jangan membawa kerugian.
  115. Bõi fodua rozi nasoa ba mbawau (jangan biarkan dua buah perian di mulutmu)
    Artinya : Mengerjakan dua pekerjaan tetapi tidak cukup waktu dan tenaga untuk mengerjakannya sehingga tidak membuahkan hasil.
  116. Bὂi folobὂ akhu wosonu babὂi folau hὂlua wamefotu telu dὂdὂ ndraono sawuyu, me`e dὂdὂ ndraono samalὂgὂ.
    Artinya : bila memberi nasehat jangan begitu keras dan jangan memberi nasehat karena akibatnya kurang bermanfaat ataupun berakibat buruk.
  117. Bὂi gesi-gesi mbowo lawa, wa arὂu siyawa – yae tou mbua ma`ae, tadὂlὂ gaheda waneu.
    Artinya :bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.
  118. Bõi halõ fangahali dangau (jangan lakukan, nanti bau anyir tanganmu)
    Artinya : Anak-anak, orang kurus atau orang yang kurang bertenaga, mulutnya besar mau berkelahi melawan orang besar, kuat dan bertenaga. Kepada orang besar, kuat, dan bertenaga diucapkan pepatah ini.
  119. Bõi obõi mboto tobali nete mba'e (jangan ditebang pohon-pohon, nanti jadi titi monyet)
    Artinya : Jangan diucapkan perkataan yang akan memancing-mancing persoalan.
  120. Bὂi olifu ita mbaru satua me inὂtὂ wa`a tosasada.
    Artinya : selalu bersyukur dalam hidup dan jangan lupa waktu susah.
  121. Bὂi ὂbali fὂnu babὂi bali segὂ, ba wama bὂbὂ lὂfὂ nono ndrundru tanὂ.Babὂi bali segὂ babὂi bali fὂnu, ba wama bὂbὂ khὂu sὂfu - sὂfu mbawa laowὂmaru.
    Artinya : seseorang agar dia jangan menganggap buruk nasehat itu menyakiti hati, namun tujuannya ialah orang yang di nasehati lebih berusaha dalam hidup ini.
  122. Bõi su'agõ gaheu ba gahe nawõu (jangan ukur kakimu di kaki kawanmu)
    Artinya : Cara-cara orang kaya kalau diikuti oleh orang yang miskin akan dapat kesusahan dan hinaan.
  123. Bõi sumba nasu solofo i'usu wahau (jangan diganggu anjing lapar akan digigitnya pahamu)
    Artinya : Musuh lama yang sudah diam, sangat marah bila dipancing-pancing emosinya.
  124. Bὂi tuko wulawa tanὂmὂ golowingὂu.
    Artinya : jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.
  125. Bulu mbala ndraso, silawõ ba hili, balibali ba lelau he zafeto he zami (daun pepaya di dataran daun silaw6 di gunung, rasa-rasai di lidahmu mana yang pahit dan mana enak)
    Artinya : Mendengar nasihat orang harus dipikir baik-baik, apa buruk baiknya jika dituruti.
  126. Bu'u haga famago nasu (tulang berbuku untuk mengadu anjing)
    Artinya : Melemparkan kata-kata yang akan menjadi pertengkaran atau perkelahian orang.
  127. Da'õ naya zalawa, felezara warõkha, felendrua dikatika (permainan salawa/kepala/yang dituakan, sebelas martil, duabelas bunyi toko-tokonya)
    Artinya : Pimpinan/salawa melakukan berbagai cara untuk mengatasi dan menyelesaikan sesuatu yang menjadi persoalan.
  128. Darua zahõndrõ ba ha samõsa zabasõ (dua orang yang tenggelam tapi hanya satu orang yang basah)
    Artinya : Dua orang yang bersalah tapi hanya satu orang yang kena hukuman.
  129. Fa'aekhu ba zinunga fa'aekhu ba nakhe, faigi gotalua duhe si lõ fa'amate (kalau jatuh dari pohon yang dipangkas, jatuh dari pohon aren, lihat di antara tunggul yang tidak mendatangkan kematian)
    Artinya : Dalam sesuatu hal perlu pertimbangan dan rasa kasihan, supaya tidak terlalu memberatkan bagi orang lain.
  130. Famuwusi dὂgi lὂsu.
    Artinya : bekerja keras / banting tulang.
  131. Fangago mbõrõta wamelai (mencium aroma awalnya menjilat)
    Artinya : Jangan mencoba-coba melakukan yang tidak baik nanti menjadi terbiasa dan sulit untuk meninggalkannya.
  132. Fõnagu mao furigu asu bakha ba dalu so ndra'o (di mukaku kucing di belakangku anjing, saya berada di tengah-tengah)
    Artinya : Pepatah merendahkan diri supaya dikasihi, dan permintaannya diberikan.
  133. Gaera da'õ asoso ba hogu (pisang mereka itu, masak di atas pohon)
    Artinya : Perkataan seseorang yang tidak seberuntung dengan orang lain bila dibandingkan dengan keberuntungannya sendiri.
  134. Gofu heza ba aitõ doyo mbowoa (dimana saja, bagian bawah Periuk hitam)
    Artinya : Kehidupan orang miskin, dimana saja tinggal tiada yang lebih baik, tetap begitu-begitu saja.
  135. Gofu heza mὂi lὂsu ba`igo`ὂ - go`ὂ ia uliho.
    Artinya : diibaratkan kepada seseorang dengan keadaan atau sifat – sifatnya tetap melekat dan mengikutinya kemana ia pergi. Segala kebiasaan dan sifatnya tidak bisa dipisahkan pada dirinya kemanapun ia berada.
  136. Gofu hezoso mὂi lὂsu b`igo`ὂ-go`ὂ ia uliho.
    Artinya : sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun perginya.
  137. Gumi – gumi ladari tofali sagὂrὂ tὂwa.
    Artinya : sesuatu yang kecil atu sedikit jika dikumpul – kumpuldengan ditekan, maka semakin lama semakin banyak.
  138. Ha balatu zangrõngõrõ ba zaembu (cuma pisau yang keluar masuk sarungnya)
    Artinya : Orang yang perkataanya putar balik, sebentar berubah, kepadanya dikatakan pepatah ini.
  139. Ha fatua aukhu wemanga tawõ mbõhõ (selagi panas-panas memakan lemak rusa)
    Artinya : Jangan dibiarkan kesempatan berlalu ; jangan ditunggu sampai besok apa yang dapat dikerjakan hari ini.
  140. Hafatua maniri wamὂzi laosi.
    Artinya : jangan lalai menggunakan waktu, apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah sekarang selagi masih segar dalam ingatan. Jangan ditunda, karena selain akan lupa dan terbuai, kesempatan atau peluang itu tidak akan datang kembali.
  141. Ha sambua ba gadolu (cuma satu di kayu lapuk)
    Artinya : Anak tunggal dari ayahnya/sebatang kara.
  142. He ahulu he lõ'õ ba manunu sa'atõ Zihelu Kawõkawõ (dapat tidaknya buruan, tetapi Sihelu Kawõkawõ mesti membakar/memanggang)
    Artinya : Beruntung tidaknya dalam suatu usaha, harus tetap makan sebagaimana biasanya. Jangan stress!
  143. He badalu dai nasu so gana'a ba lara'u faoma bawa (sekalipun di tengah-tengah taik anjing ada emas diambil/ditangkap oleh mulut,)
    Artinya : Jangan dipilih kerja kalau namanya mencari uang, harus dikerjakan asal halal.
  144. He esolo gawõni ba na lõ wewe samasui ya'ia ba aso'a na ilau angi (sekalipun besar pohon aw6ni, kalau tidak ada sulur yang mengelilinginya, akan tumbang kalau ditiup angin)
    Artinya : Orang kaya atau pejabat tinggi kalau tidak ada pegawai atau famili yang dipercayainya untuk mendampinginya menolong dirinya, pasti ia jatuh.
  145. He faboyo li garamba he faboyo li dutu, ba bõi olifugõ'õ mbõrõ humanõu (sekalipun bertalu-talu bunyi gong dan bertalu-talu bunyi gendang kecil, tetapi jangan lupa pokok pembicaraanmu)
    Artinya : Sekalipun banyak hal yang menarik perhatianmu, tetapi jangan lupa yang menjadi pokok tujuan semula.
  146. He na öfahatö-hatö mbanua, alawa yawa, lö irai ibabaya tanga, he ö'arö-aröu'ö danö, lö iröi'ö, öhundra-hundra ahemö.
    Artinya : bagaimanapun mendekatkan angkasa, sungguh tinggi tak terjamah tangan, tetapi sekalipun menjauhi bumi, Anda selalu memijak dan menghuninya.
    Makna : jangan dambakan sesuatu yang tak terjangkau, tapi andalkanlah apa yang telah pasti dan nyata.
  147. He no lafatambai gehombo akhe ono zalawa, ba na lõ mutõtõi dõi ba bõi tademadema (sekalipun berada bersebelahan tonggak aren anak raja, kalau tidak disebut nama tak usah dijawab)
    Artinya : Kata-kata kias atau sindiran sebaiknya jangan ditanggapi.
  148. Hese – hese na zese falὂ tofesu gahe, ligi – ligi siliwi falὂ tofesu mbagi.
    Artinya : waspadalah selalu dalam segala hal, supaya tidak terperangkap dan mengalami bagaiakan burung Nazese dan Siliwi ywng berjalan denagan penuh kehatian – hatain untuk menghindari jebakan yang dapat menjerat kaki dan leher.
  149. He tambai hambo nasoa na lõ mututu mbu'u ba lõ monaha nidanõ (sekalipun penuh perian setengah dinding rumah, kalau belum dibuang bukunya, tidak bisa diisi air)
    Artinya : Tidak ada gunanya nasihat begitu banyak kalau tidak dipergunakan.
  150. Hiza na fambambatö galitö, na famatua mbalö ndrögö, na lö mululugö, itugu fandrö-ndröu manö. Hiza na fambambatö nidanö, na famatua mbalö molö, he la'ewa-ewa ifuli fahalö-halö.
    Artinya : bila api berbesan, dan bara bertunangan, tanpa didekatkan, lama kelamaan makin renggang. Bila sungai berbesan, dan air bah bertunangan, walau ditetak-tetak kembali bersatu jua.
    Makna : jangan tunggu kecaman, baru berbudi luhur demi melestarikan kerukunan.
  151. Hogu geu tarewe nangi (puncak pohon kayu sasaran tiupan angin)
    Artinya : Orang kaya dan pejabat besar cobaannya.
  152. Hõwõ-hõwõ lõ aila suno lõ na muhokha (dihina tidak malu, dipuji tidak mempan)
    Artinya : Orang yang tidak ada perasaan malu/muka tembok.
  153. Hulõ abo'a hakhi nohi möi fondrou'ö lagalagania (seperti pelepah kelapa jatuh, batangnya nampak bertambah tinggi)
    Artinya : Seseorang yang melaksanakan pesta perjamuan adat (mangowasa), menjadikan derajat sosialnya bertambah tinggi (tedou mbosinia).
  154. Hulõ aefa zumbõlõ dandrawa no ibõka mbanua (seperti lepas alat busur perangkap, tegak menghadap ke awang-awang.
    Artinya : Seorang yang gagal dalam usahanya, tetapi omongannya seakan-akan ia berhasil, untuk menutupi kegagalannya.
  155. Hulõ ahani geu s i sambua si'u, fahulõhulõ ira mbõrõ hogu (seperti hanyut kayu panjang sehasta, berlomba-lomba pokoknya dengan ujungnya)
    Artinya : Pengalaman orang yang sehaluan dan sependapat.
  156. Hulõ ahani wondrahi Mba'õla iwalinga ahani yõu no so i raya (seperti hanyut tabuh kecil milik si Ba'õla, disangkanya hanyut ke hilir rupanya sudah ada di hulu)
    Artinya : Seorang yang disangka bodoh padahal orang pintar ; usaha yang disangka rugi padahal menguntungkan.
  157. Hulõ ahõndrõ ndraono isawa zabakha (seperti anak-anak tenggelam makin ke tempat yang dalam)
    Artinya : Perselisihan yang kecil menjadi besar.
  158. Hulõ akhozi lae lõ mo bo (seperti terbakar daun pisang tidak ada bara)
    Artinya : Suatu usaha atau upaya yang telah mengeluarkan biaya yang besar, tetapi tidak membuahkan hasil atau gagal sama sekali.
  159. Hulὂ alau nago, no fao gahe.
    Artinya : bagaikan seekor kijang yang terperangkap bersama kakinya. Perumpamaan ini mengarah pada suatu pekerjaan yang tidak berhasil dan hanya merugikan saja.
  160. Hulõ aruru mbaho geu ha samuza fa'atoru (seperti runtuhnya onggokan kayu banyak, cuma sekali jatuh)
    Artinya : Mengalami dua atau lebih kemalangan, dalam waktu yang bersamaan.
  161. Hulõ atoru galifa la'anaba'õ bawa (seperti jatuh lipan terus dipotong mulutnya)
    Artinya : Pekerjaan atau perintah yang harus segera dikerjakan atau dilaksanakan.
  162. Hulὂ atoru mbua mboli, italu`i mbὂrὂ lali.
    Artinya : orang yang telah berhasil, tidak mau kembali bekerja di kampung halamannya.
  163. Hulõ atoru mbua mboli italu'i mbõrõ lali (seperti jatuh buah kayu boli, melewati jauh dari pokoknya)
    Artinya : Orang yang melakukan kebaikan kepada orang lain, tetapi melakukan kebaikan kepada keluarganya sendiri diabaikan bahkan tidak dilakukan sama sekali.
  164. Hulõ atoru mbua gõlõbaha, iwalinga satoru tou ba no so i yawa (seperti jatuh buah akar Bahar, disangka jatuh di bawah tetapi sudah ada di atas)
    Artinya : Pengeluaran yang dikira kerugian, sebenarnya pengorbanan itu tersimpan, tidak hilang percuma.
  165. Hulὂ dalaho barὂ zole.
    Artinya : bak katak dalam tempurung ( berpikir sempit).
  166. Hulὂ duratura hili anau zabila moroi ba zadὂlὂ.
    Artinya : perumpamaan dengan menggunakan tumbuhan Tura hili dipakai untuk menggambarkan suatu situasi yang lebbih banyak buruknya dari pada baiknya. Jika ditujukan kepada manusia, maka itu menggambarkan perilaku seseorang yang lebih banyak dikuasai oleh sifat – sifat, perbuatan dan pikiran jahatnya dari pada perbuatan baik.
  167. Hulõ fahuwu nasu sabata ba no fa'udu (seperti berkawan anjing, sebentar saja sudah berkelahi)
    Artinya : Anak-anak yang bermain-main, soal kecil saja sudah berkelahi, kepada mereka diucapkan pepatah ini supaya mereka sabar.
  168. Hulõ falukha nasu, aefa fa'uma ba fa'o` (seperti anjing bertemu, sehabis berciuman lantas berkelahi)
    Artinya : Sifat anak-anak yang bermain-main dan bermusuhan, sebentar baik dan sebentar berkelahi.
  169. Hulõ falukha ira nasu faoma mao (seperti bertemu anjing dengan kucing)
    Artinya : Pertemuan dua orang yang bermusuhan.
  170. Hulõ fambambatõ galitõ, hulõ famatua mbalö ndrõgõ, sambua mbongi fambambõ, sambua luo arõu manõ (seperti berkawan api, seperti berkawan puntung api, satu hari bertambah jauh, satu hari berpisah jauh)
    Artinya : Pertalian hubungan keluarga yang sering bermusuhan, makin lama makin jauh atau mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin saling menjauh.
  171. Hulὂ fatuko bawa zangasio.
    Artinya : mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, pada hal kedua-duanya punya andil dalam suatu persoalan.
  172. Hulõ galitõ narõ guliho (seperti api dalam sekam)
    Artinya : Kejahatan atau dendam yang tidak kelihatan.
  173. Hulõ galitõ nirõgõ (seperti api puntung kayu yang disimpan)
    Artinya : Orang yang terus menaruh dendam.
  174. Hulõ ganõwõ sanuge ba hakhi dalõ (seperti burung garuda yang hinggap di pelepah keladi)
    Artinya : Memberikan suatu beban atau pekerjaan yang berat kepada orang lain, yang tidak bisa dikerjakannya.
  175. Hulõ gambala si tõlu si'u, labõnõkhi ba hõgõ ba ambõ ba gahe, ba na labõnõkhi ba gahe ba ambõ ba hõgõ (seperti selimut tiga hasta, dicukupi di kepala, jadi kurang di kaki, dicukupi di kaki, jadi kurang di kepala)
    Artinya : Memberi pertolongan yang tidak mencukupi atau serba tanggung.
  176. Hulõ garawi mõrõ ba zima'õkhõ ba ba zibongi mangalui gõ (seperti musang tidur siang, malam mencari makanan)
    Artinya : Pencuri yang menjalankan aksinya pada malam hari.
  177. Hulὂ gari sanusu ene.
    Artinya : ibarat membalas dendam atau sakit hati degan cara tersembunyi.
  178. Hulõ gaweda Rairai ifahowohowu'õ zanunonuno ya'ia ba i'elifi zokata'õ te'alania (seperti nenek Rairai, diberkatinya yang memuji-mujinya, dan dikutukinya yang memberitahu kerugiannya)
    Artinya : Dasar orang tidak waras, ia membenci orang yang baik hati kepadanya tetapi mengasihi orang yang mencelakakan dirinya.
  179. Hulὂ geu safatὂ hogu.
    Artinya : seseorang yang tak punya semangat atau harapan dalam hidupnya.
  180. Hulõ goyakoya sambõ (seperti penjolok yang kurang)
    Artinya : Menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh.
  181. Hulὂ hefuyu`a, sὂfὂ - sὂfὂ sate falemba fakitὂ bagahe mbaru zanὂrὂ.
    Artinya : diibaratkan pada sebuah peristiwa kejahatan yang akan menyusahkan oranng banyak.Atau sesutu tindakan yang tadak terpuji pada akhirnya akan melibatkan banayak orang.
  182. Hulõ manabo mbaewa, itaboi i'o ba idou bawa (seperti belut cari makan, dengan ekor mengusir mangsa dan ditangkap dengan mulut)
    Artinya : Mencari kesalahan seseorang supaya dapat keuntungan.
  183. Hulõ manari gaweda Ya'ia, he tenga ba lawa'õ ya'ia, ba hulõ manari gaweda Tenga, he ya'ia ba lawa'õ tenga (seperti menari nenek Yai'a, sekalipun bukan tetapi dikatakan iya, seperti menari nenek Bukan, walaupun benar tetapi dikatakan salah)
    Artinya : Ketokohan atau jabatan seseorang sangat mempengaruhi pekerjaan atau perkataanya.
  184. Hulõ mbae'a igozagoza,õ lelenia (seperti siput selalu dipikul-pikulnya cangkangnya)
    Artinya : Suami isteri selalu bersama-sama berjalan tidak mau berpisah.
  185. Hulõ mba'e khõnia manõ hogu geu (seperti kera dia kuasai semua pohon-pohon)
    Artinya : Tukang pencuri dia mengintai dan menguasai seluruh lapangan.
  186. Hulõ mbaewa gala fasui bawa (seperti belut baskom (yang terbuat dari kayu), sekelilingnya mulutnya)
    Artinya : Semua anggota keluarga, ikut mengatur dan memberi perintah.
  187. Hulõ mbaewa gala, lõ terongo li niha ba manamana (seperti belut baskom, tidak kedengaran suara orang karena ribut getarannya)
    Artinya : Orang yang perkataan dan omongannya sangat ribut dan bising tak berisi.
  188. Hulõ mbawa nasu gatua (seperti moncong anjing hutan)
    Artinya : Suatu roma muka yang jelek dan seram/ menakutkan.
  189. Hulõ mbawa nasu mbanua no ifaõga (seperti moncong anjing langit, terangkat ke atas)
    Artinya : Berjaga-jagalah selalu dalam segala hal, supaya jangan dapat kerugian atau bahaya.
  190. Hulõ mbawi si sazilo no iboka galogo (seperti babi besar 60 kg, mengembangkan ketiaknya)
    Artinya : Orang sombong yang melagakkan dirinya.
  191. Hulõ mbulu gae hili, heza ilau ia angi ba ba da'õ aolo ia (seperti pohon pisang di atas gunung, dimana angin bertiup kesana condongnya)
    Artinya : Orang yang tidak tetap pendirian, bergantung kepada situasi dan kondisi yang mempengaruhi dirinya.
  192. Hulõ mogogoto asu Luo mewõna, sagoli mbanio ba sara mbõzibõzi (seperti memanggil anjing Luomewõna, sepotong daging kelapa dan sepotong kayu pukulan)
    Artinya : Mulutnya baik tetapi hatinya tidak baik, mau menyakiti.
  193. Hulõ molau aruru'a nono Zamagõwaulu, heza fa ki` mba'e ba ba da'õ ilau (seperti memasang perangkap anak Samagõwaulu, dimana berbunyi kera disana dipasangnya)
    Artinya : Orang yang tidak tetap pendirian, dimana dia dengar sesuatu informasi yang membuat hatinya tertarik, disitu ia datang/kejar.
  194. Hulõ moloho mba'e buana ba mõi waigi (seperti memeram monyet , sebentar-sebentar mau lihat)
    Artinya : Anak-anak, kalau ada sesuatu yang diperam, sebentar-sebentar dilihat, kepada mereka ditujukan pepatah ini.
  195. Hulὂ motomo lagigia, hulὂ motomo la`oro, lὂ arara balὂ aroro.
    Artinya : dikiskan pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama.
  196. Hulõ nasu samadõni tõla (seperti anjing memperebutkan tulang)
    Artinya : Orang tamak memperebutkan mencari rezeki atau harta ; orang rakus yang memperebutkan harta orang lain.
  197. Hulõ nasu sifuli manga gutania (seperti anjing yang kembali makan muntahannya)
    Artinya : Orang yang minta tolong kepada orang yang sudah dihinanya dahulu.
  198. Hulõ nasu si ha sarasara (seperti anjing yang cuma seekor saja)
    Artinya : Orang yang tidak suka ikut rombongan orang banyak.
  199. Hulõ no isõsõ narõ danõ afore, hulõ no itõrõ hogu geu lauru wakhe (meteran babi bagai sudah tercucuk ke dalam tanah, dan kulak padi seakan sudah terbang ke atas pohon)
    Artinya : Mengambil suatu keputusan dalam persengketaan, tidak berdasarkan aturan atau menyimpang dari hukum yang berlaku.
  200. Hulõ noro si lõ aefa ba galisi (seperti beban yang tidak lepas di bahu)
    Artinya : Anak-anak yang sudah besar bahkan sudah menikah, masih ditanggung oleh orang tua.
  201. Hulõ zogokh6õi adulo, oromaroma mbalõ fafõfõ (seperti orang yang menggenggam telur, kedua ujungnya nampak-nampak)
    Artinya : Orang menyembunyikan sesuatu kejahatan, tetapi buktinya sudah ada sehingga tidak dapat mengelak lagi.
  202. Hulõ labe'e zulu ba danga zabõsi (seperti memberikan suluh di tangan orang buta)
    Artinya : Memberikan sesuatu barang berharga kepada orang yang tidak tahu kegunaannya atau tidak bisa menggunakannya, tentu tidak bermanfaatnya baginya.
  203. Hulõ labõzi nasu nawu ifulifuli ia ba nawu (seperti dipukul anjing dapur, kembali-kembali juga ke dapur)
    Artinya : Jangan seperti kelakuan anjing, walaupun sudah dilarang tetapi tetap juga mengulanginya.
  204. Hulõ lahõndrõgõ mbaliwa, ifuli molizolizo yawa (seperti membenamkan 'baliwa', kembali terapung-apung ke atas)
    Artinya : Orang yang jujur bagaimana pun orang memfitnahnya, kemudian kelihatan juga kejujurannya.
  205. Hulõ lakata'õ nono mbago, ha alõlõ afo ba no aleu (seperti memuji anak tembakau, cuma sebentar saja jadi layu)
    Artinya : Orang yang sedang maju usahanya, sesudah kelihatan dan dipuji orang, lantas dalam waktu singkat sudah menurun.
  206. Hulὂ latawi mboroe, ebua hὂgὂ moroi ba gi`o.
    Artinya : lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pada menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak / menyelesaikannya.
  207. Hulõ latebu tambu mbagolõ lõ mangandrauli (seperti melempar lumpur ke dinding, tidak kembali)
    Artinya : Orang yang selalu menerima pemberian, belum sekali juga membalasnya.
  208. Hulὂ la tunu go`o ba dumὂri samὂsa zamabὂli, felendrua zanὂri-nὂri.
    Artinya : apa bila ada sesuatu pertikaian / pertengkaran / masalah diantara dau pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang datang, hanya satu yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang berkehendak unruk memanas-manaskan / mengorbankan api permasalahan.
  209. Hulõ li garamba saboto (seperti bunyi gong yang sudah pecah)
    Artinya : Suara nyanyian tidak bagus, bergetar, dan kasar.
  210. Hulὂ malu dahὂnagὂ, sambau ihalὂ iseta’ὂ hulὂ malu dafὂfὂgὂ,sambuqa ihalὂ ifὂfὂgὂ.
    Artinya : pandai menghemat (menabung hasil kerjanya).
  211. Hulὂ manaro mati`o lawayὂ, ha sanὂrὂ bawania da`ὂ ni dou nia.
    Artinya : orang yang hanya menanti saja tanpa berusaha.
  212. Hulὂ mbaewa badete gahe, u`ewa gὂi ba ahegu tou, balὂ gὂi u`ewa ba ahulua.
    Artinya : keragu-raguan dalam mengambil keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai pertimbanngan.
  213. Hulὂ mbo`ole saekhubadὂgi.
    Artinya : seseorang yang menjerumuskan orang alin supaya terjebak dalam kesusahan seperti dia.
  214. Hulὂ muhede mburu’u kὂkὂ habambὂrὂta muhὂngὂ-hὂngὂ ba zafuria taya manὂ.
    Artinya :rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak berkelanjutan atau tidak terealisasi.
  215. Hulὂ nono manu nikhai moyo.
    Artinya : untuk menggambarkan suatu keadaan duka dan perasaan kehilangan karena kematian seseorang yang tiba – tiba.
  216. Hulõ zalau nilangõgõ nora (seperti jatuh ditimpa tangga)
    Artinya : Berturut-turut ditimpa kemalangan.
  217. Hulõ zamadu idanõ nasi, itugu owõkhi dõdõ (seperti orang yang meminum air laut semakin bertambah haus)
    Artinya : Orang yang sangat tamak harta, jabatan, dan sebagainya, tidak pernah puas atau selalu merasa kurang.
  218. Hulõ zaneu banio, ahono ba zalo'o tanõ (seperti orang memanjat kelapa, buahnya terhenti di tempat yang datar)
    Artinya : Perselisihan atau perkara yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, akan diputuskan oleh hakim dalam sidang pengadilan.
  219. Hulõ zaneu banio ofõna so nikaoni moroi ba zogaoni (seperti orang yang memanjat kelapa, lebih dahulu datang yang dipanggil daripada yang memanggil)
    Artinya : Orang yang disuruh memanggil sangat malas.
  220. Hulõ zangalawa bakha ba mbalanga (seperti memanggil dalam belanga)
    Artinya : Menipu kaum keluarga sendiri.
  221. Hulõ zanguhundragõ akho no aitõ lalu'a kahe (seperti orang memijak arang, sudah hitam tapak kaki)
    Artinya : Berbuat jahat tentu ada konsekwensinya bagi pelaku ; Tidak bisa mengelak dari tuduhan perbuatan jahat karena sudah ada bukti.
  222. Hulõ zanibo'õ alitõ ba mbumbu nomo (seperti melemparkan api di atas bubungan rumah)
    Artinya : Orang yang mau mencari nama dengan melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya.
  223. Hulõ zanondrõ akhe ilu'ilu'i dondrõnia (seperti orang yang memanjat pohon aren, dipikulnya tangganya memanjat)
    Artinya : Orang yang bersalah yang menanggung resiko dari perbuatannya.
  224. Hulõ zanufa anuhi saukhu nibõdabõda (seperti memegang tungku panas, dilepas-lepaskan)
    Artinya : Mengerjakan pekerjaan yang besar, sulit, dan berat dengan cara diangsur-angsur.
  225. Hulὂ zigi sitoba`a lela.
    Artinya : seseorang yang tidak berani mengukapkan sesuatu.
  226. Hulὂ zogohi boroe, fatambu nigohi ba fatambu zogohi.
    Artinya : baik yang menang maupun yang kalah sama-sama menanggung resiko / akibat.
  227. Hulõ zonoro awõni tohare ba zalawa alisi (seperti memikul bersama batang kayu awõni, akan tertumpuk berat pada yang tinggi bahunya)
    Artinya : Dalam mengerjakan atau membiayai sesuatu secara bersama-sama, orang kuat dan orang kaya yang terbeban lebih besar dan berat.
  228. Hulö zonowi ba Na'ai, sökhi atö mbua, sökhi lai, lafatete lafandrai. Lö atö sökhi mbua lö sökhi lai latema labato sibai.
    Artinya : bagai bertani di Na'ai, bila subur dan berhasil, kita lanjutkan, bila tidak sukses dan hampa, mari kita hentikan.
    Makna : bila merencanakan sesuatu, hendaklah selalu didasarkan pada kemungkinan keberhasilan.
  229. Hulõ zanõndra balatu saekhu (seperti mendapat pisau hilang)
    Artinya : Sangat bersuka hati karena telah mendapat kehilangannya.
  230. Hulõ zonõnõ idanõ nasi (seperti menambah air laut)
    Artinya : Memberikan pemberian kepada orang yang tidak memerlukannya karena sudah kian ada banyak padanya.
  231. Idanὂ banasoa ba idanὂ ba sere. Hana na olotu ba naso gere ba ohahau.
    Artinya : msekipun suasana tidak menyenangkan tetapi bila orang yang ditakuti / disegani datang, semuanya akan tenang dan kembali seperti semula.
  232. Ide'ide galitõ sifahuwu, ebua galitõ tobali sifa'udu (selagi kecil api jadi kawan, tetapi sesudah besar jadi musuh)
    Artinya : Kejahatan atau kesalahan kecil harus segera diperbaiki, supaya jangan jadi besar atau menjadi-jadi dan membahayakan.
  233. Kauko ba hili lewuὂ bandaso, faolo gὂi ndra`ugὂ baufaolo gὂi ndra`o, fa`a`ozu fao – fao.
    Artinya : harus saling menghormati antara sesama. Saling menghargai sehingga dapat hidup rukun dalam kebersamaan. Ibaratkan dua jenis bambu, yang satu tumbuh di bukit dan yang satu tumbuh di daratan. Akan teatapi mereka saling menghormati dan menghargai.
  234. Khawi-khawi zabõsi ao'ao ba zafiso, salakha na irongo (panggil-panggil (dengan tangan) orang buta, dan berteriak-teriak kepada orang pekak/tuli, tidak mungkin ia mendengar)
    Artinya : Orang bodoh dan tolol, bagaimana pun mengajar dan memimpinnya, tentu tidak akan berhasil.
  235. La'alui gambala satua na o'afu (dicari selimut tua kalau kedinginan)
    Artinya : Sesuatu yang kelihatannya tidak berharga, tidak baik, dan tidak berguna lagi, kalau kekurangan atau kesasar, dipergunakan juga.
  236. Ligi-ligi siliwi, falὂ tofesu mbagi hese-hese nazese, falὂ tofesu gahe.
    Artinya : berhati-hati dalam bertindak.
  237. Lõ ahõwõ mbongi (belum lewat harinya)
    Artinya : Melakukan sesuatu sebelum waktu yang seharusnya, misalnya :Orang berpiutang menagih sebelum tanggal perjanjian, maka orang berhutang mengatakan pepatah ini.
  238. Lõ anau gadulo moroi khõ zawaulo (tidak lebih panjang telur daripada ular 'sawaulo')
    Artinya : Orang yang menganggap dirinya pintar dalam sesuatu hal tidak lebih pintar daripada ahlinya.
  239. Lõ aso'a ganuhi bawu (tidak rebah tungku di dapur)
    Artinya : Rumah selalu didatangi tamu, sehingga tidak berhenti memasak nasi.
  240. Lõ ero ma'õkhõ ahulu, lõ ero ngaluo faohi nasu (tidak tiap hari dapat buruan, tidak siang malam anjing menggonggong kejar buruan)
    Artinya : Tidak selamanya dapat keuntungan.
  241. Lõ fahalõ alitõ ba lõ fa be` asio (tidak mau meminta bibit api dan tidak mau pinjam garam)
    Artinya : Orang yang bertetangga sedang dalam permusuhan besar sehingga tidak mau saling pinjam meminjam atau tidak mau saling tolong menolong.
  242. Lõlõ nafo moroi yomo, irugi tou daro'o nete tobali henuhenu gae (ampas sirih dari rumah, setiba di seberang titi jadi kelelawar kecil)
    Artinya : Soal kecil kalau keluar dari rumah, terus tersiar luas dan dibesar-besarkan.
  243. Lõ mendro gadulo (telur tidak berdarah)
    Artinya : Cemooh kepada orang yang sangat kikir/pelit.
  244. Lõ modõgõ geu na lõ angi (kalau tidak ada angin tentu pohon tidak bergoyang)
    Artinya : Sesuatu hal yang terjadi tentu ada sebabnya.
  245. Lõ niha sanaba talingania na anau (tidak ada orang yang memotong telinganya kalau panjang)
    Artinya : Orang tidak menolak kalau untungnya besar.
  246. Lõ tumbu gawõni na lõ tanõ (tidak akan tumbuh kayu awõni kalau tidak ada tanah atau bumi)
    Artinya : Pepatah yang diucapkan pihak paman pengantin perempuan untuk meminta jujuran kepada orang tua pengantin perempuan.
  247. Mate nasu sidõrõdõhõwa, auri nasu solofo (mati anjing yang kebingungan saja, hidup anjing yang kelaparan)
    Artinya : Orang bingung, tenang-tenang saja tidak bisa cari makan akhirnya mati, tetapi orang yang lapar terus berusaha cari makan dan bisa hidup.
  248. Me'e dõdõ gana'a, mowengu mbalaki me tenga sinangea mbõli (menangis hati emas, meratap emas murni, karena tidak sepatutnya harganya)
    Artinya : Pembelian yang mahal, harganya luar biasa.
  249. Mohombohombo l õ afi manuge lõ bagi mbisi (terbang-terbang tanpa sayap, hinggap tak ada ujung betis)
    Artinya : Orang rendah dan miskin, hendak menyamakan dirinya dengan orang yang punya jabatan dan orang kaya, tentu tidak bisa.
  250. Molangi-langi manõ hulõ nowo si no afatõ amuri ba alukha (terombang ambing saja, seperti biduk yang sudah patah kemudi dan pendayung)
    Artinya : Orang yang mendapat kesusahan di perantauan.
  251. Mo'ugu mbanua atõla tou danõ, ha labe` duhõduhõ, uli mbawi satabõ, tawõ manu solawayõ (gemuruh bunyi guntur menembus bumi, apa yang dikasih untuk penutup lubang, kulit babi tambun, lemak ayam yang mau bertelur)
    Artinya : Pekerjaan yang diselesaikan dengan baik secara gotong royong, harus dipestakan dengan pesta makan-makan dengan menyembelih babi.
  252. Mo'ugu'ugu ndrulu nasi, ba me ofeta ia baene ba awe'ewe'e nai zinga lae (gemuruh bunyi ombak laut, tetapi setibanya di tepi pantai, lebih tebal lagi pinggir daun pisang)
    Artinya : Suatu berita yang sangat dibesar-besarkan atau diheboh-hebohkan.
  253. Mõrõ nasu barõ duhituhi gõ (tidur anjing di bawah tungku tempat masak)
    Artinya : Isteri yang malas memasak, tidak mempergunakan dapur tempat memasak dengan mestinya, sehingga menjadi tempat tidur anjing.
  254. Mu`ogὂri mbalugu bὂi sὂbi, foriti-riti manὂ.
    Artinya : menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.
  255. Na adölö geu ba labali'ö dela, ba na abila ba labali'õ diwa (kalau kayu lurus dijadikan titi, kalau bengkok dijadikan tonggak siku.
    Artinya : Kepandaian banyak orang yang berbeda-beda, dapat dipergunakan sesuai dengan keahliannya masing-masing/the right man in the right place.
  256. Na dödöu fariawö khögu, be ba zölu gögu fa lö owoyu, ba be nasio fa lö obou (kalau benar-benar berkawan pada saya, simpan makananku diruas bambu supaya tidak basi, dan berilah garam supaya tidak busuk).
    Artinya: untuk memperkokoh persahabatan, dibuktikan lewat kepedulian dan budi bahasa, agar persahabatan bisa abadi.
  257. Nahasara li, hasambua zὂnda ta’olikhe gawὂni ta’olai guli nasi.
    Artinya :kalau ada persatuan pekerjaan yang berat sekalipaun bisa ditangani.
  258. Na ami ba bõi aõsõ tõlõ ba na afeto ba bõi aõsõ tura'õ (kalau manis jangan lekas ditelan, kalau pahit jangan lekas dimuntahkan)
    Artinya : Mendengar nasihat seseorang harus dipikir dahulu baik-baik, apakah diterima atau ditolak.
  259. Na anau gambalada ba tafadõlõ gaheda wemõrõ, ba na adogodogo ba takõrõbui ita (kalau panjang selimut kita, kita luruskan kaki kita untuk tidur, tapi kalau pendek, kita bungkukan kita)
    Artinya : Dalam melakukan sesuatu harus disesuaikan menurut keadaan.
  260. Na lõ alitõ ba lõ manõ alua zimbo (kalau tidak ada api asap tidak keluar)
    Artinya : Kalau sudah ada kesalahan tentu ada tuduhan.
  261. Na lõ oto'oto bagolõ na lõ otalua bawa ndruhõ, ba no faedo ira dome zowatõ (kalau tidak ada batas sekat dan pemisah pintu, tentu bergandengan tamu dengan sipangkalan)
    Artinya : Tamu harus tahu kedudukannya sebagai tamu dan sipangkalan tahu kedudukannya sebagai sipangkalan, tidak boleh campur baur, harus ada keteraturan dan saling menghormati.
  262. Na mangalu mbanua ba he ha teu awu, ba aekhu tou (kalau awan tebal/mendung, setidaknya hujan rintik-rintik akan turun)
    Artinya : Kalau sudah dijanjikan, walaupun tidak semua diberikan sesuai permintaan, tetapi mesti ada sedikit.
  263. Namo-namo mbalikhi namonamo go'o, si lõ lokha atõ so ba wa'aila ba niha sato (embun-embun lalang embun-embun balikhi, terpaksa diadakan karena rasa malu melihat orang banyak)
    Artinya : Menepati janji dengan susah payah, jangan sampai dapat malu terhadap orang banyak)
  264. Na nilau dödö wowengu, na nilau dödö we'e, mowöi dawa hörö ana'ate. Tenga atö nilau dödö wowengu, tenga atö nilau dödö we'e, alua dawa hörö ha mogitö gae.
    Artinya : bila serius merenung dan meratapi nasib, air mata kental hanya akan merembih. Bila tidak serius merenung dan meratapi nasib, air mata hanya sebintik merecik.
    Makna : jangan bersandiwara dalam menunjukkan keluhuran budi.
  265. Nifanaba bulu wakhe nifarahugὂ.
    Artinya : untuk menggambarkan suatu pekerjaan yang dilakuakan satu kali kerja saja.Tidak lagi dilalui dengan proses dan tahapan terlalu panjang. Disatukan saja sehingga penyelesaiannya singkat.
  266. Nifanila adulo nifaewuawua (seperti membelah telur, dibelah di tengah-tengah sama besar)
    Artinya : Dalam melakukan sesuatu hal, jangan berat sebelah, harus seadil-adilnya.
  267. Nifo`awi-awi lahagu, no i`orudugὂ hogu fabaya mbὂrὂ ba ifabaya-baya`ὂ khὂgu dalu.
    Artinya : orang yang munafik (penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu omomng kosong.
  268. Niha bõ'õ ahõndrõ ba nasi, ba ya'ia ahõndrõ ba danõ (orang lain tenggelam di laut tetapi dia tenggelam di darat)
    Artinya : Mengalami musibah, kerugian atau kesusahan yang tidak biasa terjadi.
  269. Niha si no abuso, he labe` õnia gõ sami` ba iwa'õ lõ ami (orang yang sudah kenyang, sekalipun ia diberi makanan yang enak sekali tetapi katanya tidak enak)
    Artinya : Pemberian kita kepada orang yang tidak memerlukan tentu tidak dihargainya.
  270. No abasö ba ihawui nasa teu (sudah basah dan ditimpa hujan lagi)
    Artinya : Ditimpa kemalangan yang bertubi-tubi.
  271. No afusi mbawa lõ fõkhõ, no ahoe mbawa lõ halõwõ, no bõrõ wa'abu-dõdõ (muka pucat tidak ada penyakit, putih muka tak ada kerja, oleh karena kesusahan hati)
    Artinya : Kesusahan terutama penderitaan pemikiran, dapat dilihat melalui wajah seseorang.
  272. No ahele nasi (sudah mengalir air laut)
    Artinya : Sudah meninggal dunia.
  273. No aniwiniwi sibai dalinga (telinganya sangat tipis sekali)
    Artinya : Orang yang lekas sekali marah kalau mendengar kata-kata kias atau sindiran walaupun bukan kepadanya ditujukan.
  274. No awai tobali ba no tobalaese : manamakhe tou mba'e, manunga yawa mbo'ole (sudah terbalik dan sudah meleset jauh : monyet mengangguk di bawah dan kura-kura memangkas pohon di atas)
    Artinya : Perbuatan atau keadaan yang sudah terbalik. Misalnya : isteri menjadi kepala keluarga ; laki-laki mengurus rumah tangga.
  275. No faedo ira gate gawõkhu (sudah bergandengan atik dengan empedu)
    Artinya : Kesenangan dan kesusahan ada bergandengan selalu.
  276. No manaere danõ mo'afi gawõnõ, no manaere danõ mo'afi moyo (Sudah miring tanah seperti sayap burung garuda, sudah miring tanah seperti sayap burung elang)
    Artinya : Pepatah merendahkan diri dari pihak tamu, untuk meminta keringanan jujuran kepada pihak sipangkalan.
  277. No mate galitõ ba nimbonimbo nasa (api sudah padam tapi masih keluar asap)
    Artinya : Persoalan yang timbul lagi dari persoalan/perselisihan yang telah diselesaikan atau didamaikan.
  278. No milo gana'a no milo mbalaki, lõ sibai muwõwõsi wanaba dalu nifatali, me no gõi sinangea mbõli (telah ke luar emas telah ke luar emas murni, tak ada penyesalan untuk memotong 'nifatali' karena pantas harganya. Nifatali yaitu kalung emas yang dijalin).
    Artinya : Tidak menyesal membayar jujuran yang besar, karena dapat menantu gadis cantik, manis, molek, dan berkelakuan baik.
  279. No mo'atõ'atõ (sudah ada batas ukurannya)
    Artinya : Berbicara dengan seseorang ada batasnya. Berbicara dengan orang tua harus bicara dengan hormat, yang sebaya, kepada anak-anak, dan lain-lain, ada yang sepantasnya.
  280. No oya u'a nasio fõnau (saya sudah banyak makan garam sebelum ada kamu)
    Artinya : Saya lebih tua dan sudah banyak pengalaman hidup dibanding dengan kamu.
  281. Noro nga'ukhu gawõni, noro nga'ukhu geho, alisi tafadayadaya hulu tafaewolowolo (beban batang kayu awõni beban batang kayu beringin, bahu kita sama ratakan, punggung kita sama lebarkan)
    Artinya : Pekerjaan yang besar dan berat dapat dikerjakan dengan mudah karena dikerjakan secara bersama-sama.
  282. Ohawuhawu hõrõ mbaewa afusi hõrõ la'edo, na no irugi zowahowaho (abu-abu mata belut, putih mata ikan la'edo, kalau sudah sampai di dasar sungai yang dalam)
    Artinya : Orang yang sedang mengalami kesusahan, dapat diketahui dari raut wajahnya.
  283. Ono manawa mbanua ono manawa danὂ, aewna ifolai, ba`ifowa`a ba danὂ.
    Artinya : diibaratkan pada sebatang pohon manawa mbanua dan manawa danὂ. Pohon itu baru tumbuh dan besar jika sudah memiliki akar yang kuat di dalam tanah.Isi pesan dalam perumpamaan ini yaitu untuk mencapai cita- cita, pangkat atua jabatan yang tinggi harus ada dasarnya. Artinya jangan mimpi untuk menjadi sesuatu tanpa ada modal atau tanpadasarnya.
  284. Ono zaku modoi ono zaku manana, fonaha ua khὂmὂ ba fonaha gὂi khὂma, hana nano faruka, fὂfὂ ba gamozua.
    Artinya : tiap kampung ada berbagai suku, harus tolong menolong, sifat gotong royong dan masing – masing akan menentukan hasilnya.
  285. Oroma zimatua garawi iti'ini dõdõ lala (kelihatan musang jantan, diberakhinya tengah jalan)
    Artinya : Pemuda yang sangat berani, tidak takut menghadapi sesuatu atau bukan pengecut.
  286. Oya dahi na lõ ahulu (banyak sekali sesalan kalau tidak dapat buruan)
    Artinya : Karena tidak dapat yang diharapkan, maka banyak timbul sesalan, karena ini dan karena itu, begini dan begitu.
  287. Salukhõ manga gate itõtõlõ abe'e, salukhõ manga guto itõtõlõ owulo (yang belum pernah makan Atik ditelan keras-keras, yang tidak pernah makan otak ditelan bulat-bulat)
    Artinya : Memperlakukan sesuatu dengan tidak wajar karena tidak pernah mengalami atau merasakan.
  288. Samὂsa zi manga na’a samὂsa zigὂna gitὂ.
    Artinya : seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.
  289. Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya sibai.
    Artinya :seseorang dan perbuatannya bisa menjadi perusak persatuan atau hubungan kekeluargaan.
  290. Sara yawa mba'e ba sara tou laosi datafarahugõ wamõzi (seekor kera di atas pohon dan seekor kancil di bawah, mari kita satu kalikan memukulnya)
    Artinya : Dua macam pekerjaan dan diusahakan supaya satu kali selesai.
  291. Sigὂlu nikhu lela, boroe tὂlὂ - tὂlὂ, idὂlὂ lela na so gὂ ikὂrὂbui na halὂwὂ.
    Artinya : seseorang yang hanya mau makan tetapi malas untuk bekerja.
  292. Simanaga howu hao, inganga-nganga bawa bairongo talinga.
    Artinya : sesungguhnya orang tidak tahu, namun masih mau lagi menanyakan hal itu.
  293. Si no aetu tahalõ si lõ aetu tabase'õ (yang sudah diberikan kita terima, yang belum dikasih kita tunggu)
    Artinya : Orang yang meminta harus menanti dengan sabar.
  294. Si'ofõna aduwa akho da'õ zi'ofõna awai belewa (siapa yang duluan menaruh arang itu yang duluan selesai parangnya)
    Artinya : Siapa yang duluan bayar uang, itu yang duluan dapat barang atau duluan dilayani.
  295. Sisala ligu lau baewali, si sõkhi ligu lau yomo (perkataan saya yang salah buang di halaman, yang baik taruh di rumah)
    Artinya : Orang yang sudah salah perkataanya harus minta maaf, dan kata baik minta diteruskan dan dipertimbangkan.
  296. Sitὂlu silu labὂnὂkhi yawa ambὂ tou mualὂsi bagahe balὂtedou, halὂwὂ lὂtedou-dou.
    Artinya: dikatakan kepada seseorang yang mengerjakan sesuatu pekerjaan bila biayanya kurang maka serba salah bila melanjutkan pekerjaan itu dan pekerjaan tidak selesai.
  297. Siwa si'u gahe ndriala ba ha sambua garutu (sembilan hasta kaki jala, tetapi cuma satu pusat pegangannya)
    Artinya : Walaupun banyak perkataan dan usul dari anggota rapat, tetapi pimpinan yang mengambil keputusan.
  298. So atö zalawa, so atö gere, awai simörö zarakha mate, lö atö salawa lö atö ere, molau tamuyu zarakha mate.
    Artinya : bila ditangani oleh pemimpin dan sesepuh, orang yang hampir mati pun bisa jadi seperti yang hanya tidur belaka. Bila tidak ditangani oleh pemimpin atau sesepuh, orang yang hampir mati malah akan berpusar-pusar.
    Makna : bila ada hal yang sulit diselesaikan hendaklah dipercayakan kepada yang berkompetensi (berkepakaran).
  299. Sodoho, dozi bu`u hili so nono laosi.
    Artinya : bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah.
  300. Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu bambὂrὂta ba elungu bahogu.
    Artinya : pikirkan lebih dulu apa yang hendak kamu lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lahi apa yang anda perbuat kemudian.
  301. Sonekhe maὂrὂ tundraha sonekhe manὂrὂ asi, adὂlὂ’ὂ gamuri olembai zangorifi bὂi tebulὂ zinali falὂitandaὂlὂ angi.
    Artinya : kita mengharapkan pertolongan orang lain yang tak kunjung datang pada hal saudara sendiri yang siap menolong kita, kita anggap jauh.
  302. Sõfu mbaewa danõ, lõ ba wa'auri ba so ba wa'amate (bisa belut tanah, tidak berbisa semasih hidup, berbisa setelah mati)
    Artinya : Kutukan atau keluhan orang tua semasih hidup tidak terasa, tetapi mesti kena sesudah mati mereka.
  303. Sõkhi aeru moroi aetu (lebih baik halus mengecil daripada jadi putus)
    Artinya : Lebih baik agak mengalah sedikit daripada sesuatu hal tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
  304. Sõkhi na'i ube'e ligu fangandrõ gõgu bago (lebih baik bicara saya kugunakan sebagai peminta tembakau untukku)
    Artinya : Orang telah bosan memberikan nasihat tetapi tidak juga menpan dan diterima, lantas diucapkan pepatah ini.
  305. Sökhi tö wanou'ö, sökhi tö wame, no mo'ono gae mbanua, no awuyu-wuyu ae. Lö sökhi wanou'ö lö sökhi tö wame, no mo'ono gae mbenua, no ikabi-kabi wewe.
    Artinya : bila baik/tepat cara penyajian sesuatu, ibarat anak pisang ambon, subur selalu. Bila janggal cara penyajian sesuatu, ibarat pisang rimba, dibelit-belit selulur (seruru).
    Makna : melakukan sesuatu hendaklah dengan cara yang baik dan tepat, agar tidak mendatangkan cela.
  306. Sὂkhi wame`e sὂkhi wanou`ὂ, awai zimὂrὂ zimate.
    Artinya : keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan diindahkan.
  307. Ta'arõ'arõukõ danõ ba tahundrahundra, ba tahatõhatõ'õ mbanua ba wa'arõu yawa (kita jauh-jauhkan bumi tapi kita pijak-pijak ; Kita dekat-dekatkan langit tapi jauh di atas)
    Artinya : Saudara yang tidak dihiraukan bagaimanapun tetap saudara ; orang lain digauli/dikawani, tidak mungkin menjadi saudara sendiri.
  308. Talafo alawa waoro ba’alau nasu mbanua, talafo adogo-dogo gὂi ba’alau zigelo danὂ.
    Artinya : jangan terlalu sombong dan juga jangan terlalu merendahkan (bersikap tidak peduli), bersikaplah biasa-biasa saja.
  309. Tebai tetahõ mbahõ si lõ alua yawa (tidak bisa diterka bersin yang belum keluar)
    Artinya : Permintaan atau maksud yang belum dikemukakan, tentu tidak bisa diketahui.
  310. Tenga aya ndraono dima ahou wondra'u ba tegaõlõ, no aya ndraono diwa no tobarabara fõna (bukan seperti permainan anak-anak buah limau terlambat menangkap akan terguling, tetapi permainan anak-anak tonggak siku sudah terbentang di muka)
    Artinya : Anak-anak harus mengutamakan dulu sekolah daripada kawin karena urusan kawin pasti sudah menghadang di muka.
  311. Timba-timba koe ahe dilodiloi tõlõ ilo (tangan menolak-nolak, kaki mengai-ngait, diludah-ludahi tapi ditelan-telannya ludahnya)
    Artinya : Pura-pura menolak tidak mau, tetapi sebenarnya dia sangat suka sekali.
  312. To'ese'ese nazese tedoudou wa'onekhe, to'ese'ese mburuti tedoudou wa'asõkhi (bertambah besar burung nazese bertambah pintar, bertambah besar si putri (Buruti), bertambah-tambah cantiknya)
    Artinya : Sesuatu hal atau suatu usaha, bertambah lama dan bertambah meningkat, maju pesat, dan berhasil.
  313. Tõi mbanua tõi mbõwõ lõ banua si lõ bõwõ (nama kampung nama adat, tak ada kampung tanpa adat)
    Artinya : Tiap-tiap kampung mesti ada adatnya dan harus dihormati.
  314. Wura-wura silὂ motutu bu`u, mangawuli khὂgu hanu-hanugu.
    Artinya : semua apa yang telah diucapkan / diperbuat oleh seseorang akan dirasakan sendiri akibatnya.
  315. Ya’e tou mbua ma’ae, tadὂlὂ gaheda waneu.
    Artinya : bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.

Demikian ulasan tentang kumpulan amaedola li nono niha (peribahasa Nias) beserta artinya. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Ya'ahowu.

Post a Comment