Mengenal Sifat dan Karakter Orang Nias

Anda punya teman / sahabat / saudara / kenalan asal Pulau Nias? Oleh karena itu, anda bertanya-tanya bagaimana sih sifat dan karakter orang Nias?? Bagaimana cara menghadapi orang Nias???

Wah pasti penasarankan? Adapun tujuan anda mencari tahu informasi ini adalah agar anda semakin paham dan bisa beradaptasi cepat dengan mereka sehingga hubungan yang sedang dijalin selama ini semakin baik dan harmonis.

Nah, bila Anda mencari jawaban dari pertanyaan tersebut berarti Anda sudah tepat sedang membaca ulasan dan penjelasan mengenai jawabannya. Mengapa? Karena ononiha-nias akan menyajikan informasi mengenai sifat, watak dan perilaku asli suku Nias melalui artikel ini.

Sifat dan Karakter Orang Nias

Anda tahu tidak?? Salah satu suku yang cukup familiar dan terkenal di Indonesia adalah Suku Nias. Suku Ini mendiami sebuah pulau kecil yang dinamakan dengan Pulau Nias dan terletak di Samudra Hindia tepatnya di sebelah barat Pulau Sumatera.

Gugusan pulau-pulau kecil yang termasuk kawasan Pulau Nias merupakan bagian dari otonomi daerah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kesehariannya, penduduk suku Nias berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Nias atau dikenal dengan istilah Li Niha.

Secara individual, orang Nias memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda. Tetapi dalam kehidupan sosial masyarakat, umumnya orang Nias saling hidup rukun dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat budaya yang sudah berlaku sejak dulu.

Makanya tak heran bila sebagian sikap dan perilaku orang Nias dipengaruhi oleh kultur budaya yang sulit diubah dan tetap bertahan hingga sekarang.

Daftar Isi

10 Sifat dan Karakter Orang Nias

Beginilah sikap dan perilaku masyarakat Nias, baik yang tinggal di pulau Nias maupun diluar Kepulauan Nias.

1. Suka Bekerjasama

Kerjasama adalah salah satu sikap yang sudah tertanam di setiap sanubari suku orang Nias. Dilansir dari wikipedia, kerjasama dapat diartikan sebagai suatu usaha bersama antara individu atau kelompok sosial untuk mencapai tujuan bersama.

Beranjak dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, tentu sudah menjadi hal lumrah bila saling membutuhkan dan juga membantu satu sama lain.

Atas dasar konsep inilah orang Nias suka menjalin kerjasama dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Bentuk kerjasama yang biasanya dilakukan adalah bergotong royong dan tolong menolong.

Sebagai contoh, dalam membersihkan dan menggarap lahan yang digunakan untuk ladang / sawah maka orang Nias melakukannya secara gotong royong dan sukarela agar proses penyelesaiannya cepat. Ini dilakukan bersama-sama dan bergantian, kalau misalnya hari ini keluarga A membantu dalam menggarap dan membersihkan lahan keluarga B maka besok keluarga B gantian melakukannya di lahan keluarga A.

Hal ini sesuai dengan semboyan orang Nias yang dikutip dari amaedola li nono niha “aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi tafadaya-daya, hulu tafaewolo-wolo” artinya pekerjaan yang berat akan terasa ringan bila dikerjakan secara bersama-sama.

Contoh lain, dalam melaksanakan pesta adat pernikahan. Orang Nias kerap melakukan istilah "tolong menolong" dalam tahap pelaksanaannya.

Misalnya orang tua yang hendak menikahkan anaknya maka lebih dulu akan memberitahukannya kepada saudara-saudaranya, dalam bahasa Nias dikenal dengan "mangosara dalifusö".

Adapun tujuannya yaitu agar saudara-saudaranya bisa tahu dan sepakat dalam menyikapi hal-hal yang akan dilakukan dalam setiap tahapan pernikahan ke depan seperti siapa calon mempelai perempuan, kapan melaksanakan proses lamaran, atau bahkan mengenai berapa jujuran yang harus disiapkan.

Dengan demikian masing-masing saudaranya bisa memikirkan dan mempersiapkan berapa uang yang perlu mereka bantu agar tujuan bersama bisa terlaksana dengan baik, inilah yang dimaksud dengan istilah tolong menolong.

Jadi dalam hal ini saudara / keluarga dekat mempunyai tanggung jawab bersama dalam membantu saudaranya terutama dalam melaksanakan kegiatan seperti pernikahan, membangun rumah, dll. Bantuan yang diberikan dinamakan dengan "tolo-tolo dalifusö".

Sikap dan karakter kerjasama macam begini sudah menjadi hal biasa bagi suku Nias. Makanya jangan heran bila solidaritas yang tinggi masih tersemai dengan baik ditengah-tengah masyarakat suku Nias.

2. Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Tidak hanya suku Nias saja sih sebenarnya yang memiliki sikap ini. Semua suku di Indonesia pasti menghargai dan menghormati orang lain, siapapun itu.

Namun ada sedikit perbedaan dengan orang Nias. Bagi orang Nias, menghargai dan menghormati orang lain sudah menjadi bagian dari budaya dan adat istiadat. Misalnya saat bertemu dengan orang lain / tamu / saudara maka wajib menuturkan ucapan salam "Ya'ahowu". Disusul dengan menyuguhkan sirih (afo) sambil menuturkan kalimat "ya'e nafoda ama /ina".

Pemberian afo merupakan wujud pengormatan tertinggi kepada tamu / siapa saja lho. Itu makanya dalam pelaksanaan pesta adat seperti pernikahan atau saat menyambut tamu penting yang berkunjung ke pulau Nias sering kita temui acara menyuguhkan afo.

Perlakuan seperti ini menempatkan bahwa siapapun orangnya haruslah dihargai dan dihormati.

3. Terlalu Menonjolkan Harga Diri

Tahukah anda bila menyangkut urusan harga diri, orang Nias menggunakan prinsip "sökhi mate moroi aila" yang artinya lebih baik mati daripada menanggung malu.

Prinsip ini memiliki sisi positif maupun sisi negatif. Sisi positif menempatkan orang Nias sebagai suku yang memiliki martabat yang tinggi, harus dijaga, dipertahankan dan wajib dibela. Apapun kondisinya setiap orang Nias tidak boleh diremehkan dan dihina.

Namun sisi negatifnya menunjukkan bahwa prinsip ini menempatkan kepribadian orang Nias yang memiliki jiwa egois sehingga bisa memicu perselisihan dan ketidakharmonisan ditengah-tengah masyarakat.

4. Suka Berdamai

Sebagai orang yang beragama tentu tidak baik jikalau memiliki sifat dendam dan iri hati dengan sesama. Oleh karena itu, orang Nias pantang sekali jika menaruh dendam atau memusuhi orang lain. Karena ini bertentangan dengan ajaran agama.

Bagi masyarakat Nias, damai itu jauh lebih digaungkan daripada harus berselisih paham dengan orang lain ataupun saudara dekat. Terlebih karena suku Nias suka bergotong royong dan menolong sesama. Ini semua tentu tidak akan berjalan dengan baik manakala belum ada kedamaian ditengah-tengah kehidupan masyarakat Nias.

5. Suara Keras, Berkarakter Kuat dan Lembut

Sebagian besar orang Nias memiliki suara yang keras. Kalau ngomong volumenya agak besar dan biasanya ni saat menyampaikan sesuatu pasti dengan lugas dan tegas. Tetapi jangan salah orang Nias memiliki karakter yang kuat, penyayang, berhati baik dan lembut.

6. Pekerja Keras

Suara yang keras diikuti dengan jiwa yang tangguh dan memiliki mental pekerja keras. Untuk urusan pekerjaan, orang Nias tidak memilih-milih. Apapun profesinya pasti dilakukan, yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.

7. Sopan dan Bertanggungjawab

Sikap untuk selalu sopan kepada orang yang lebih mudah, sebaya ataupun terhadap orang yang lebih tua sudah diajarkan sejak kecil bagi setiap pribadi orang Nias. Siapapun dia, harus diperlakukan dengan sopan dan tidak boleh direndahkan.

Demikian halnya dalam setiap perilaku dan tindakan, orang Nias memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi.

8. Setia Kawan

Bagi orang Nias, kawan adalah saudara. Orang Nias rela melakukan apapun untuk saudaranya, begitu juga dengan kawan. Jadi jangan pernah meragukan loyalitas kesetia kawanan orang Nias, selama tidak saling mencurangi ya. Setia kawan ditunjukkan kepada siapa saja, tidak hanya untuk sesama suku Nias saja, karena menurut suku Nias semua manusia itu sama.

9. Sayang Keluarga

Sedari dulu suku Nias dikenal dengan orang-orangnya yang sayang banget dengan keluarga. Keluarga adalah prioritas paling utama.

Orang Nias paling berkorban untuk keluarganya, apapun akan dilakukan yang penting keluarganya bisa lebih bahagia. Tak hanya itu, orang Nias sangat setia sama pasangannya lho, dikarenakan kasih sayang orang Nias sangat besar buat keluarga.

10. Menjunjung Tinggi Nilai Adat Istiadat

Orang Nias sangat menjunjung tinggi nilai adat istiadat yang diwarisi oleh leluhur, sebab itu adalah warisan yang sangat berharga harus tetap dilestarikan. Contonya, orang yang lebih muda harus bertutur kata yang baik kepada orang lebih tua, menghargai orang tua, berpakaian yang sopan (dirumah atau dimana saja), tidak mencela, tidak menghina, laki-laki dan perempuan yang bukan keluarga tidak boleh bersama-sama (boncengan, pegangan tangan), dll. Itu makanya dipulau Nias dikenal istilah "oya mano zi tebai ba nono niha" artinya ada banyak sekali yang tidak boleh (larangan) bagi suku Nias.

Itulah beberapa sikap dan karakter orang Nias yang wajib anda ketahui. Bagaimana, sekarang sudah pahamkan sifat orang Nias?? Tentu dengan membaca ulasan ini, anda bisa tahu bagaimana cara menghadapi orang Nias. Demikian dan semoga bermanfaat. Ya'ahowu.

Post a Comment