Mengenal Rumah Adat Nias : Omo Hada
Apa nama rumah adat suku Nias? Namanya adalah omo hada. Omo artinya rumah, sementara hada artinya adat. Pada masa dulu, salah satu fungsi omo hada atau rumah adat Nias adalah sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Nias yang tinggal dalam satu kampung terutama dalam kegiatan, acara atau berbagai pembicaraan seputar adat.
Selain fungsi yang sebenarnya yaitu sebagai rumah tempat tinggal baik masyarakat biasa maupun kaum bangsawan seperti balugu, tuhenori, dsb.
Saat ini, rumah tradisional Nias memang tidak begitu banyak kita temui. Kok bisa begitu? Dulu memang lumayan banyak tapi sekarang sudah banyak yang punah. Beberapa penyebabnya, diantaranya yaitu biaya pembuatannya lumayan gede, biasanya hanya orang tertentu saja yang mampu membuatnya.
Mimin dengar-dengar, dulu kalau mau dibuat maka harus potong babi dalam jumlah banyak karena ketika proses pembuatannya saja baru dimulai haruslah diadakan pesta besar, semua warga kampung diundang untuk berdoa bersama agar kedepan saat tukang mengerjakannya tidak mengalami kendala-kendala, tahapannya lancar dan sukses hingga selesai.
Demikian juga usai dibuat, harus diadakan lagi pesta besar-besaran.
Selain itu, ketika sudah jadi maka biaya pemeliharaan omo hada sangatlah besar. Contohnya saja ketika mengganti atap yang berbahan daun rumbia, itu bisa mencapai ribuan jumlahnya. Nah, biaya membeli daun rumbia ini ya nilainya mencapai jutaan rupiah.
Nah itu makanya sampai sekarang, rumah adat yang ada di pulau Nias terbatas sekali jumlahnya terutama untuk daerah Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Utara dan Nias Barat.
Karena faktor biaya renovasi tadi, rumah adat suku Nias jadi terbengkalai yang menyebabkan tidak terurus lagi sehingga lama kelamaan atap rumahnya jadi bocor, kayu/papan lapuk, tiang penyangganya juga membusuk akhirnya rusak, tidak kuat lagi sehingga roboh dan tidak bisa digunakan lagi.
![]() |
| Omo Hada di Desa Onowaembo Kec. Gunungsitoli Idanoi yang hampir roboh karena belum direnovasi (Foto: yafaowoloo.wordpress.com) |
Rumah adat yang ada sekarang merupakan warisan dari orang tua terdahulu yang tetap dilestarikan oleh generasi penerus atau pewaris yang merupakan keturunan pemilik omo hada tersebut, rata-rata pewarisnya adalah anak tertua / anak sulung dalam keluarga.
Tapi pada dasarnya, rumah adat Nias memang unik. Kelihatan megah bila dilihat dari kejauhan, apalagi bila dinding dan tiang penyangganya sudah diberi cat.
Baiklah melalui ulasan ini, infonias.id akan menginformasikan kepada teman-teman semua terkait keunikan serta jenis-jenis omo hada yang ada di Pulau Nias.
A. Keunikan Rumah Adat Nias
Indonesia adalah sebuah negara yang menjadi salah satu tempat destinasi wisata favorit bagi turis-turis asing. Wisatawan asing tersebut sangat tertarik dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia terutama rumah adat yang sangat banyak ragamnya. Salah satu rumah adat yang populer dan memiliki keunikannya tersendiri adalah Rumah Adat Nias.
Jika Anda berkunjungke Sumatera Utara, maka Anda bisa mencoba untuk datang dan singgah di Pulau Nias. Di pulau tersebut, terdapat salah satu kekayaan leluhur yang terus dijaga hingga kini, yaitu Rumah Adat Nias. Dilansir dari Wikipedia, Rumah Adat Nias merupakan sebuah rumah panggung tradisional khas penduduk dan masyarakat Nias.
Agar lebih kenal dekat mari kita pelajari keunikan rumah adat Nias.
1. Konstruksi Rumah Tanpa Paku
Rumah Adat Nias dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk dari arsitektur Vernakular yang masih dijaga dan dilestarikan hingga kini. Sebelum pembangunan dimulai, perlu dilakukan sebuah upacara adat agar bangunan tersebut bisa diberikan berkah dan keluarga yang tinggal di dalamnya terhindar dari hal-hal buruk. Bangunan ini dibuat dengan metode tradisional tanpa menggunakan paku sama sekali dan menjadikannya salah satu rumah adat yang sangat ramah terhadap lingkungan.
2. Tahan Terhadap Gempa
Rumah Adat Nias adalah salah satu rumah adat yang terus dijaga keberadaannya hingga saat ini. Leluhur yang membangun rumah adat ini sudah memperhitungkan seluruh aspek yang ada pada rumah dan menjadikannya sangat tahan terhadap gempa. Meskipun dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali, rumah ini bisa mempunyai struktur yang kuat dibandingkan bangunan modern sehingga menjadikannya tahan terhadap goyangan gempa.
Dilansir dari Museum Nias, Rumah Adat Nias menggunakan sebuah cara unik yang bernama Ndriwa atau bisa disebut juga sebagai penyokong yang dibuat dan dipasang secara diagonal di antara tiang-tiang yang sudah dibuat secara vertikal. Ndriwa memiliki fungsi sebagai penyokong dan penguat struktural 4 titik dari rumah. Seluruh tiang yang ada dibuat berdiri di atas lempeng batu dan tidak secara langsung ke dalam tanah.
Metode ini membutuhkan ketepatan dan akurasi yang sangat baik agar bisa menopang rumah secara stabil. Meskipun demikian, teknik yang luar biasa ini terbukti sangat ampuh untuk menahan rumah dari badai ataupun gempa bumi.
3. Proses Pembangunan Selama 4 Tahun
Sama halnya dengan proses struktural yang rumit dan sanggup menahan gempa, bagian dalam dari rumah adat ini juga mempunyai rancangan struktural yang rumit. Pada bagian struktur atapnya dibuat dengan menggunakan balok vertikal dan diagonal yang dibentuk sedemikian rupa untuk menahan beban atap.
Karena pada awalnya masyarakat Nias memiliki budaya perang oleh karena itulah proses pembangunan rumahnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan bahkan bisa memakan waktu hingga selama 4 tahun. Dalam pembangunannya dibuat rumit juga sengaja dilakukan agar menghindari orang lain yang berniat jahat bisa masuk ke dalam rumah dengan mudah.
Rumah yang didesain khusus tahan gempa memang belum banyak ditemui di Indonesia. Namun, jika Anda ingin membangun rumah dengan konstruksi khusus tahan gempa, cek dulu daftar tanah dijual provinsi Sumatera Utara yang bisa Anda bangun sesuai keinginan.
B. Jenis Rumah Adat Suku Nias
Pulau Nias atau biasa dikenal dengan kepanjangan Nusa Indah Andalan Sumatera merupakan salah satu dari sekian gugusan pulau yang ada dibumi Nusantara Indonesia.
Walau ukurannya kecil, tetapi keindahan dan panorama alamnya sungguh luar biasa menakjubkan.
Salah satu keistimewaan yang ada dipulau Nias adalah terkait dengan rumah adat suku Nias. Walaupun cuma berada dalam satu daratan pulau kecil, nyatanya rumah adatnya memiliki ragam dan jenis bentuk, tampilan, serta keunikan yang berbeda satu sama lain.
Terutama bila ditinjau berdasarkan kegunaan dan pembagian wilayahnya.
Seperti apa jenis rumah adat suku Nias?? Simak penjelasannya melalui ulasan berikut.
1. Berdasarkan Penggunanya
Dilihat dari penggunanya, maka rumah tradisional Nias dibagi dua jenis yaitu omo sebua dan omo hada. Kedua rumah adat ini pada dasarnya digunakan sebagai tempat tinggal.
Hanya saja penggunanya berbeda. Omo sebua diperuntukkan bagi kalangan bangsawan atau yang biasa disebut sebagai balugu/tuhenori, sementara omo hada diperuntukkan bagi masyarakat biasa.
Agar lebih jelas mengenai keduanya, berikut uraiannya.
1.a) Omo Sebua
![]() |
| Rumah tradisional terbesar di Nias adalah Omo Sebua (rumah rajah desa) di desa Bawömataluo, Nias Selatan. (Foto: Museum Nias) |
Omo artinya rumah, sedangkan sebua merupakan penjelas/keterangan dengan kata dasar ebua yang artinya besar. Jadi omo sebua adalah rumah tradisional Nias yang berukuran besar.
Secara struktural, Rumah Adat Omo Sebua memiliki ukuran yang lebih besar dan mempunyai struktur kayu yang jauh lebih kokoh. Sejalan dengan itu, dalam pembuatannya juga akan menelan biaya yang lumayan besar. Itu makanya hanya kaum bangsawan saja yang membuatnya. Bangsawan ini merupakan pemimpin yang berada dalam daerah tersebut.
Biasanya rumah ini terletak di pusat desa/kampung, dan jumlahnya pun tidak banyak, sesuai dengan jumlah balugu/tuhenori yang ada dalam desa tersebut.
Menurut keterangan sejarah, rumah ini didesain khusus untuk melindungi para penghuninya dari serangan musuh saat perang terjadi pada zaman dahulu.
Ciri khas Omo Sebua yaitu dibangun di atas tumpukan kayu ulin besar dengan atap yang menjulang tinggi mencapai 16 meter. Atap berbentuk pelana di bagian depan dan belakang yang efektif melindungi rumah dari guyuran air hujan besar.
Keunikan lainnya yaitu akses masuk hanya berupa tangga kecil dilengkapi oleh pintu jebakan. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, Omo Sebua tahan terhadap gempa.
1.b) Omo Hada
Omo hada merupakan rumah tradisional Nias yang diperuntukkan bagi masyarakat biasa. Ukurannya pun hanya sedikit kecil dari omo sebua.
Kendati demikian, gaya arsitektur keduanya tidak jauh berbeda.
Kalau di Nias selatan, omo hada bentuknya persegi dengan pintu yang menghubungkan antar satu rumah dengan rumah lain. Dibangun di atas tiang-tiang kayu, serta beratap rumbia atau daun pohon sagu.
Selain itu, beberapa pemilik Omo Hada meletakkan tugu batu yang melambangkan status sosial di depan rumahnya. Biasanya pemilik Omo Hada yang merupakan keturunan bangsawan mempunyai tugu yang lebih tinggi.
2. Berdasarkan Wilayah
Dilansir dari museum Nias, bentuk / arsitektur rumah adat Nias terbagi 2 yaitu arsitektur rumah bagian utara dan bagian selatan. Di bagian utara, rumah-rumah tradisional adalah berbentuk lonjong dan berdiri sendiri, sementara di bagian selatan rumah-rumah adalah berbentuk persegi panjang dan dibangun dinding ke dinding dengan rumah-rumah tetangga.
![]() |
| Jenis rumah adat Nias berdasarkan wilayah. (Foto: Museum Nias) |
Sementara itu, ditinjau berdasarkan wilayahnya ada tiga jenis variasi gaya rumah adat Nias yaitu.
- Rumah Adat Nias Selatan: di ujung selatan Kabupaten Nias Selatan termasuk Kepulauan Batu.
- Rumah Adat Nias tengah: di bagian pedalaman dan timur Kabupaten Nias Selatan, khususnya di Lahusa dan Gomo. Ada beberapa variasi yang berbeda dalam gaya ini.
- Rumah Adat Nias Utara: Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli.
Berikut ini jenis-jenis rumah adat Sumatera Utara di Pulau Nias berdasarkan wilayahnya beserta penjelasan lengkap.
2.a) Rumah Adat Nias Selatan
Jenis rumah ini merupakan perkembangan dari tipe yang ada di Gomo. Sekitar 500 tahun yang lalu, leluhur masyarakat Nias Selatan meninggalkan tempat asal mereka di Gomo.
Rumah tradisional yang ada di Nias selatan adalah berbentuk persegi panjang dan sering mempunyai tambahan perluasan ke belakang. Biasanya, dibangun saling menempel dinding ke dinding dengan rumah-rumah tetangga dan hanya terbuka di depan dan belakang.
Dinding papan di sisi kiri dan kanan pada rumah ini berdiri tegak dan memikul atap.
Dalam rumah bangsawan di ruang umum di depan, persis di pertengahan, terdapat 1 atau 2 tiang yang di Gomo disebut handro mbatö atau handro lawa-lawa, di Nias Selatan namanya kholo-kholo. Tiang itu selalu pakai ukiran.
![]() |
| Muka rumah adat dari desa Hilimaetaniha dan Hilimondregeraya, di Nias Selatan. (Foto: Museum Nias) |
Muka bangunan miring ke arah luar dan memiliki bukaan berjerajak yang memungkinkan warga untuk melihat ke jalan di bawah.
Jumlah tiang dalam deret depan rumah ini selalu genap, entah 4 atau 6 tiang. Balok panjang melintang di atas tiang-tiang, di deret kiri dan kanan rumah.
Di bagian depan ujungnya melengkung ke atas, disebut Ewe, dan dihias dengan ukiran-ukiran seperti ayam jantan, biawak, ukiran hiasan emas, matahari dsb.
Di Nias Selatan Ewe ini disebut Sikhöli, dan hiasan hanya seperti ornamen. Bentuk Ewe ini sering menyerupai depan sebuah perahu.
![]() |
| Omo Sebua di desa Hilimondregeraya, tidak jauh dari Telukdalam di Nias Selatan. (Foto: Museum Nias) |
Rumah dikerjakan dengan sangat teliti. Dinding rumah biasanya polos, hanya di rumah bangsawan terdapat panel dinding yang diukir dengan sangat teliti. Masih ada beberapa contoh rumah Omo Zebua terawat baik di Nias Selatan hari ini.
2.b) Rumah Adat Nias Tengah
![]() |
| Rumah adat gaya Nias tengah dari Sifaoro'asi-Gomo. (Foto: Museum Nias) |
Gaya rumah Adat Nias Tengah adalah persegi panjang, tapi tidak dibangun dinding ke dinding seperti di selatan.
Rumah di Gomo dikerjakan agak rustikal dan pakai berbagai ukiran “primitif”. Rumah-rumah ini sering lebih dihiasi daripada rumah-rumah di selatan dan utara. Jumlah tiang dalam deret depan selalu ganjil, entah 5 atau 7 tiang.
Sering kelihatan satu lengan keluar dari tiang yang dengan tangan terangkat memberi Salam.
Rumah di Gomo sering memakai satu balok panjang yang melintang di atas kediaman rumah, persis dalam pertengahan rumah.
Balok ini dibentuk dari satu pohon yang bersama dengan akar pohon digali dari dalam tanah.
Balok ini disebut hulu, dan ujungnya yang dibentuk dari akar pohon itu disebut balö hulu (ujung punggung). Balö hulu biasanya penuh ukiran.
Rumah-rumah bangsawan (Omo Sebua) di wilayah Gomo lebih besar dan lebih dihiasi daripada rumah biasa, tetapi tidak spektakuler seperti di selatan.
Rumah-rumah di Nias Selatan di bagian utara dari Gomo sedikit berbeda dari rumah lainnya di Nias Selatan.
Rumah-rumah disini menunjukkan variasi besar dan membuktikan kreativitas para penduduk di kecamatan-kecamatan yang berbeda: Lölömatua, Lölöwa’u, Bawölato dan Idanoi (Holi).
Dasar juga rektanguler, tetapi lebih ke arah quadrat. Dan semua rumah yang bervariasi masih tetap memakai Ewe, balok panjang di sisi kiri dan kanan rumah.
Model-model rumah juga memperhatikan iklim dan lokasi rumah, entah itu di atas gunung dengan suhu lebih dingin atau di lembah.
Di lokasi yang lebih panas, mungkin ada bukaan jendela di semua tiga sisi depan, sesuatu yang tidak pernah dilakukan di wilayah lain rumah-rumah Nias Selatan atau Nias Tengah.
![]() |
| Rumah Adat di wilayah Gomo (Nias tengah) sering dihiasi dengan banyak ukiran kayu yang rumit. (Foto: Museum Nias) |
2.c) Rumah Adat Nias Utara
Rumah Nias Utara berbentuk lonjong yang sangat tidak biasa di dunia arsitektur vernakular.
Rumah ini tidak dibangun secara dinding ke dinding tapi berdiri bebas. Rumah-rumah memiliki sisi panjang menghadap jalan di desa.
Di ruang depan lantai di sepanjang dinding umumnya sengaja ditinggikan dan sebuah bangku diletakkan menempel sepanjang dinding. Seringkali ada satu atau lebih tambahan perluasan ke rumah.
Pada salah satu ujung biasanya ada tangga ke pintu masuk rumah dengan serambi kecil.
Di rumah-rumah yang lebih besar mungkin ada dua pintu masuk, satu pintu besar ke ruang umum, dan satu yang sederhana untuk ke tempat tinggal pribadi di ujung lainnya.
Di belakang biasanya ada ruang perpanjangan atau bangunan tambahan untuk dapur.
![]() |
| Rumah Adat (Omo Hada) gaya Nias Utara di desa Te'olo, Kec. Tugala Oyo, Kab. Nias Utara. (Foto: Museum Nias) |
Hari ini banyak keluarga yang benar-benar tinggal di rumah-rumah Nias Utara telah membangun tambahan perpanjangan beton yang modern ke rumah adat mereka.
Rumah adat digunakan sebagai ruang umum dan bagian baru adalah tempat tinggal pribadi.
Tiang-tiang pendukung disini diatur dengan cara yang berbeda daripada di selatan. Balok-balok diagonal tidak bersandar terhadap satu sama lain di tanah, tetapi disangga oleh balok-balok kayu yang berselang lintas di tengah.
Rumah Nias Utara biasanya menggunakan pemberat batu dalam ruang yang diciptakan oleh balok-balok yang berselang lintas.
Tidak ada dinding papan di dua sisi rumah yang memikul atap rumah tetapi 4 tiang utama yang memikul seluruh atap.
Nama ke-4 tiang adalah silalö yaŵa (yang menuju ke atas artinya). Di atas 2 silalö yaŵa sebelah kiri dalam rumah dan begitu pula di sebelah kanan dalam rumah melintang satu balok yang disebut alisi (pundak).
Rumah bangsawan biasanya lebih besar dan lebih dihias, tetapi jauh lebih kurang spektakular daripada rumah Omo Sebua di selatan.
![]() |
| Rumah Adat gaya Nias Utara yang berdiri bebas dan selalu berbentuk lonjong. (Foto: Museum Nias) |
Ada Kecamatan di perbatasan ke Nias Utara seperti Idanö Gawo, Gidö, Ma’u dan bagian Utara dari Kecamatan Lölöwa’u. Disitu terkadang kita temukan arsitektur transisi dari rumah persegi panjang ke arah rumah berbentuk lonjong.
Contoh: pada ke-4 sudut rumah tak ada lagi siku, melainkan sudut rumah sudah terpotong dan dinding dimiringkan. Atau ada rumah dimana pola struktur tiang-tiang masih seperti pada rumah rektanguler, tetapi bagian atas sudah dibulatkan.
C. Kesamaan Rumah Adat Nias
Meskipun jenis, bentuk dan gaya rumah adat Nias berbeda satu sama lain, tetapi ada beberapa kesamaannya. Ini dia kesamaan dari semua jenis rumah tradisional Nias.
- Rumah adat Nias terbuat dari kayu tanpa menggunakan kayu
- Dibangun di atas tiang yang kuat dari batang kayu dan atap dilapisi dengan daun rumbia (bahasa Nias: bulu zaku).
- Rumah terbagi dua bagian yaitu ruang publik besar di depan dan kamar pribadi kecil di belakang.
- Dibagian dalam dan luar rumah selalu ada ukiran kayu.
- Semua rumah adat Nias pakai Ndriwa, yaitu penyokong yang dipasang secara diagonal di antara tiang-tiang vertikal di bawah rumah. Ndriwa ini penyokong rumah ke 4 arah.
- Ndriwa diletakkan diatas lempengan batu dan tidak pernah dipancangkan ke dalam tanah.
- Pintu masuk rumah akan dicapai dengan menggunakan tangga.
- Muka bangunan rumah miring ke arah luar dengan jendela berjerajak.
D. Nama Material dan Bahan Rumah Adat Nias
Ada banyak nama material dan bahan yang digunakan dalam membuat rumah adat Nias, antara lain:
- Kara Gehomo. Batu dengan permukaan rata yang digunakan untuk menyanggah tiang Ehomo (memisahkan tiang Ehomo dari permukaan tanah)
- Kara Ndriwa. Batu dengan permukaan rata yang digunakan untuk menyanggah tiang Ndriwa (memisahkan tiang Ndriwa dari permukaan tanah)
- Ehomo. Tiang kayu bulat (pillar) penyanggah struktur bangunan tradisional Nias yang diletakan secara vertikal. Berbentuk balok bulat dan menggunakan material kayu Berua atau Manawa Dano
- Ehomo Mbumbu. Tiang kayu bulat (pillar) penyanggah atap
- Fafa. Papan kayu menggunakan material kayu Simalambuo/ma'uso, Berua atau Manawa Dano
- Fafa Dadaoma. Papan sebagai tempat duduk
- Fafa Zalo. Papan untuk lantai
- Gasö Matua (Fanimba). Balok kayu yang menjadi bagian dari struktur kerangka atap bangunan tradisional Nias
- Lazi Bumbu. Kayu yang disusun berbentu “X” yang berfungsi untuk menjepit atap rumbia yang berada di puncak atap
- Lagö-Lagö. Papan kayu tebal yang diletakkan membujur pada bagian kiri dan kanan bangunan dan berfungsi menjepit seluruh struktur bagian bawah atap pada sebuah bangunan tradisional Nias
- Lali'öwö. Balok membujur yang menyanggah papan lantai struktur bangunan tradisional berbentuk balok bulat dan menggunakan material kayu Berua atau Manawa Dano
- Ndriwa (Diwa). Tiang kayu bulat (pillar) penyanggah struktur bangunan tradisional Nias yang diletakan secara diagonal
- Oto Mbao. Berfungsi seperti kaki gajah dalam konstruksi beton. Untuk menambah kekuatan pada Ehomo atau sebagai anti gempa
- Sagö. Atap daun rumbia
- Sikholi. Papan kayu tebal yang diletakkan membujur dan berfungsi menjepit seluruh struktur lantai (Ahe Mbato) pada sebuah bangunan tradisional. Diletakkan di bagian kiri dan kanan bangunan. Ujung-ujung Sikholi akan dibentuk melengkung keatas dean diberi ragam hias ukiran.
- Silötö. Balok melintang yang menyanggah papan lantai struktur bangunan tradisional.
- Nora/Ora eu. Tangga kayu
E. Gambar Rumah Adat Nias
Pada ulasan ini, infonias.id akan membagikan gambar rumah adat Nias kepada rekan-rekan semua, barangkali teman-teman pengen melihat rupa dan wujud asli rumah adat Nias omo hada.
Berikut deretan foto/gambar rumah adat Nias yang infonias rangkum dari berbagai sumber.
1. Bentuk rumah adat Nias Omo Hada yang masih ada di Desa Tumori Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara
![]() |
| Foto: HIDORA for BATUKITA.com |
2. Susunan kayu fondasi rumah adat Nias Omo Hada di Desa Tumori
![]() |
| Foto: HIDORA for BATUKITA.com |
3. Rumah adat Nias utara berbentuk lonjong dengan dinding sudah di cat
![]() |
| Foto: www.99.co |
4. Rumah Adat Nias Barat di Moro'o
![]() |
| Foto: gemaniasbarat.wordpress.com |
5. Rumah adat Nias yang berlokasi di Kecamatan Mandrehe, Nias Barat
![]() |
| Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id |
6. Beberapa omo hada yang masih terawat dengan baik di kampung rumah adat Nias Gunungsitoli Barat
![]() |
| Foto: ayurlislasenias.blogspot.co.id |
7. Salah satu bentuk rumah adat Nias yang dibuat dalam kawasan Museum Pusaka Nias
![]() |
| Foto: sequoianinarsivi.blogspot.com |
8. Tugu Batu yang ada di depan rumah adat Nias
![]() |
| Foto: denaiguna.com |
9. Rumah Adat Nias yang berlokasi di desa Tumori, Gunungsitoli Barat
![]() |
| Foto: seton.uii.ac.id |
10. Situs Megalitik Nahambanua Hiligoe
![]() |
| Foto: mytrip.co.id |
Itu saja dulu informasi mengenai rumah adat Nias : omo hada. Artikel ini tetap mimin perbaharui guna memberikan info yang lengkap seputar rumah adat Nias. Semoga bermanfaat, Ya'ahowu.
Daftar Pustaka:
- Adipura, Pamungkas. 16 Februari 2022. "3 Jenis Rumah Adat Sumatera Utara (Spesial Pulau Nias)", diakses pada tanggal 26 Juli 2022 pukul 11.49 dari https://notepam.com/rumah-adat-sumatera-utara.
- Rachmi. 10 Juli 2020. "Jenis-jenis Rumah Adat Nias dan Perbedaan Arsitekturnya", diakses pada tanggal 26 Juli 2022 pukul 11.59 dari https://www.99.co/id/panduan/rumah-adat-nias.
- Rumah.com. 25 September 2020. "Rumah Adat Nias Omo Hada dan Omo Sebua, Bangunan Kokoh Tahan Gempa", diakses pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 18.15 dari https://www.rumah.com/panduan-properti/Rumah-adat-Nias-33649.
- Museum-nias.org. "Arsitektur Nias", diakses pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 20.06 dari https://museum-nias.org/arsitektur-nias.
- Arbianto, Yosi. 2021. "Jejak Arsitektur Kuno Rumah Adat Nias di Desa Tumori Gunungsitoli", diakses pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 20.58 dari https://www.batukita.com/2021/02/jejak-arsitektur-kuno-rumah-adat-nias-di-desa-tumori-gunungsitoli.html.
- Anonim. 08 Maret 2009. "Omo sebua (rumah adat nias)", diakses pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 22.04 dari https://www.hdesignideas.com/2009/08/omo-sebua-rumah-adat-nias.html.


%20di%20desa%20Baw%C3%B6mataluo,%20Nias%20Selatan..jpg)




%20sering%20dihiasi%20dengan%20banyak%20ukiran%20kayu%20yang%20rumit.jpg)
%20gaya%20Nias%20Utara%20di%20desa%20Te'olo,%20Kec.%20Tugala%20Oyo,%20Kab.%20Nias%20Utara.jpg)











