Lehedalo Nifange: Makanan Khas Nias Berbahan Daun Talas
Bagi pecinta kuliner, rendang adalah salah satu makanan yang tidak mungkin terlewat untuk dicicipi dan dicoba. Siapa sih yang tak kenal rendang? Makanan asal tanah Minang, Sumatera Barat ini sangat digemari berbagai kalangan. Tak hanya dalam negeri, penggemar rendang juga sampai mancanegara. Tekstur lembut dari daging rendang dan beragam rempah dan bumbu yang meresap ke dalam dagingnya menjadikan rendang dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN.
Umumnya rendang menggunakan bahan utama daging sapi dan kerbau. Seiring perkembangannya, ditemukan banyak inovasi menu rendang seperti rendang ayam, jengkol, telur, paru, hati, kerang dan juga kentang.
Akan tetapi, terdapat salah satu, inovasi menu rendang yang terbilang unik dan tak biasa, yaitu rendang berbahan dasar daun talas. Dalam bahasa Nias, rendang daun talas dikenal dengan nama lehedalö nifange.
Lehedalö nifange adalah salah satu kuliner / makanan tradisional Nias. Sudah pada tahu kan Nias ada dimana? Nias itu sebuah nama pulau yang ukurannya kecil namun memiliki panorama indah serta terkenal dengan budaya yang dikenal dengan hombo batu / lompat batu. Pulau Nias terletak di sebelah barat pulau Sumatera.
Lehedalö Nifange Sebagai Makanan Khas Nias
Biasanya yang kita tahu, daun talas jarang sekali diolah dan dikonsumsi. Itulah sebabnya bisa dibilang lehedalö nifange sebagai makan khas Nias yang unik karena anda tidak pernah menemuinya di daerah lain.
Tetapi sebelum diolah, daun talas harus disimpan di dalam karung atau kardus untuk menjaga kondisinya tetap optimal dan tidak busuk.
Lehedalö nifange dapat juga dinikmati sebagai makanan rumah. Tak hanya itus saja, lehedalö nifange juga ditemukan pada acara-acara adat seperti pesta pernikahan, syukuran, sunatan dan acara lainnya.
Lehedalö Nifange biasanya dinikmati bersama dengan nasi atau sagu.
Meski Lehedalö Nifange menggunakan daun talas sebagai bahan utamanya, rasa lehedalö nifange juga tak kalah enak jika dibandingkan dengan rendang daging pada umumnya.
Lehedalö nifange berwarna hijau kecokelatan, sehingga tampak seperti rendang pada umumnya. Teksturnya yang lembut juga mampu menggugah selera untuk dinikmati.
Cara Membuat Lehedalö Nifange
Untuk membuat lehedalö nifange terbilang mudah seperti halnya membuat rendang biasa. Awalnya bagian tengah daun talas di buang, lalu digulung, kemudian dicuci.
Untuk bumbunya yaitu cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas yang digiling menjadi bumbu halus. Lalu, dimasak bersama santan dan kelapa yang sudah disangrai. Diberi tambahan garam dan penyedap rasa untuk membuat Lehedalö Nifange semakin enak.
Ketika sudah matang, dimasukkan asam kandis dan dapat disajikan dengan dua cara yaitu pakai kuah atau kering. Dan layaknya rendang pada umumnya, lehedalö nifange dapat dikonsumsi 2 hingga 3 hari sejak awal pembuatannya.
Untuk menikmati lehedalö nifange, anda bisa memakannya bersama nasi panas biar bisa merasakan bagaimana kelezatannya.
Jika anda berkunjung ke pulau Nias jangan lupa untuk mencicipi gimana rasanya lehedalö nifange ya gaess. Anda bisa menemukannya di restoran dan rumah makan sekitar Kota Gunungsitoli. Untuk harganya cukup terjangkau. Kamu bisa mendapatkan seporsi lehedalö nifange dengan harga Rp10.000.
Nah itu saja dulu ulasan tentang lehedalo nifange: makanan khas Nias berbahan daun talas, semoga bermanfaat. (Sumber: brisik.id)


