Klarifikasi Mengenai Kenapa Suku Nias Dibenci

Kenapa Suku Nias Dibenci

Kenapa suku Nias dibenci? Keyword seperti ini sering muncul saat melakukan pencarian kata kunci "suku Nias" digoogle. Kalimat tanya ini biasa tampil sebagai penelusuran terkait dibawah 10 artikel halaman pertama google.

Kok bisa ya? Kenapa orang begitu banyak yang menelusuri keyword ini diinternet?

Mimin sendiri, awalnya penasaran dan mencari tahu jawabannya dengan mengklik tautan kalimat itu. Tetapi tak ada satupun situs yang bisa memberikan penjelasan terkait pertanyaan ini.

Setelah mimin telusuri melalui google trends, ternyata keyword ini rata-rata dicari setiap bulannya melalui google. Kayaknya banyak juga yang kepo ya dan pengen tahu apa sih penyebabnya.

Tapi sebelum melanjutkan, mimin perlu ngasi tahu dulu ni.

Mimin membuat artikel ini tidak bermaksud menjelek-jelekkan orang/suku Nias ya. Karena mimin sendiri orang Nias.

Jangan pula teman-teman berpandangan bahwa dalam artikel ini akan diuraikan mengenai keburukan suku Nias. Tidak seperti itu.

Tetapi mimin merasa harus menulis artikel ini. Adapun tujuannya yaitu untuk memberikan klarifikasi tentang isu/tanggapan orang diluar sana terkait suku Nias. Klarifikasi ini tentu menurut pandangan saya.

Singkatnya, dengan membaca artikel ini maka mimin berharap agar teman-teman yang penasaran dengan sikap dan perilaku suku Nias menjadi paham dan mengerti sehingga tidak perlu membenci suku Nias. Gitu lho tujuannya.

Lalu, mengapa suku Nias dibenci? apa penyebabnya??

Berikut penyebabnya menurut pandangan admin.


Suku Nias

1. Dianggap Jahat

Terlalu berlebihan kalau suku Nias dianggap jahat. Suku Nias sendiri orangnya baik-baik kok. Kalau ada info yang menjelek-jelekkan suku Nias mimin pastikan itu tidak benar.

Sejauh ini, ada banyak orang luar pulau Nias yang keluar masuk di daerah Nias.

Bahkan ada yang malah menetap dan tinggal dipulau Nias. Beberapa orang justru sudah menikah dengan orang Nias. Kalau tidak baik tentu mereka akan mengurungkan niat dan mikir-mikir dulu.

Ini adalah salah satu bukti bahwa suku Nias sendiri terlahir sebagai orang baik. Sama seperti suku lainnya di Indonesia.

Memang sih...

Ada anggapan bahwa di Nias itu ada budaya yang dinamakan dengan tari perang / tari baluse. Tarian ini dianggap aneh karena memperagakan bagaimana cara berperang.

Tunggu dulu, jangan berprasangka buruk terkait hal itu.

Sebaiknya anda perlu membaca artikel yang pernah mimin ulas sebelumnya. Artikel ini berjudul tari baluse, tarian ala prajurit perang suku Nias.

Tari baluse menggambarkan bagaimana kegagahan pemuda suku Nias layaknya ksatria atau prajurit dalam medan perang. Pada zaman dulu, kegagahan ini perlu diasah karena pemuda berperan sebagai ujung tombak dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi warga desanya.

Bukan berarti tarian ini menggambarkan perang benaran hehehehe.

Meskipun demikian, mimin sih mengakui...

Ada kejadian-kejadian yang membuat orang merasa trauma atau malah membenci suku Nias oleh karena mendengar fenomena-fenomena tertentu.

Kalaupun ada kejadian-kejadian yang terjadi didalam ataupun diluar pulau Nias dan itu dilakukan oleh suku Nias, mimin tegaskan itu hanya perbuatan oknum tertentu saja. Itu hanya satu dua orang saja yang melakukannya.

Oknum tersebut tidak menggambarkan bagaimana sifat suku Nias yang sebenarnya.

Ulah seperti itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman.

Pada umumnya, orang Nias bisa dikatakan memiliki iman yang kuat dan takut akan Tuhan. Suku Nias percaya bahwa semua manusia dimuka bumi ini adalah ciptaan Tuhan dan tentu menjadi sebuah kewajiban untuk saling berbuat baik dan tidak melakukan perilaku jahat bagi sesama.


2. Adanya Isu / Tuduhan yang Tak Berdasar

Teringat kejadian pada bulan Oktober 2021 yang lalu.

Suku Nias kembali dikejutkan dengan isu tuduhan yang dilontarkan oleh seseorang berinisial CS. Katanya pengantin wanita suku Nias malam pertama dengan ayah mertua. Ia menambahkan bahwa kejadian ini sebagai salah satu ritual penghormatan suku Nias kepada orang tua.

Hahahahaha aneh, masa iya orang luar pulau Nias lebih tahu mengenai budaya Nias sendiri dibanding dengan orang Nias yang lahir dan besar di pulau Nias?

Ini bukan kali pertama terjadi sih sebenarnya. Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2017 yang lalu.

Kalau anda ingin tahu mengenai klarifikasi isu ini, bisa membaca artikel yang berjudul Benarkah Isu Pengantin Wanita Suku Nias Malam Pertama Dengan Ayah Mertua?

Isu / tuduhan yang tak berdasar seperti ini bisa saja menjadi salah satu alasan / penyebab mengapa suku Nias dibenci.

Sebaiknya tuduhan yang tak logis apalagi menyangkut harkat dan martabat suku Nias dicari tahu dulu mengenai kebenarannya.

Kami orang Nias merasa sedih sebenarnya bila dituding yang enggak-enggak. Sepertinya dianggap berbeda dengan orang-orang pada umumnya.

Perlu mimin tegaskan.

Orang / suku Nias memiliki sikap, sifat dan perilaku layaknya suku-suku lain yang ada dibumi Nusantara ini.

Kami tak jauh berbeda dengan mereka terutama mengenai sikap, sifat maupun perilaku.

Memang,,,

Dari segi budaya dan adat istiadat ada sedikit perbedaan.

Tetapi tidak pernah sejarahnya budaya kami mengajarkan perilaku hina seperti yang dituduhkan tersebut.

Mengenai budaya dan adat istiadat suku Nias sudah tertulis dalam hukum adat atau dikenal dengan istilah fondrako. Disana sudah tertulis bagaimana perilaku dan sikap suku Nias.

Beberapa diantaranya seperti laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri maka tidak boleh bareng apalagi kalau sampai berpegangan tangan.

Salah satu hukum adat Nias yang pernah mimin ulas yaitu mengenai hukum adat laraga. Klik saja judul ulasan tersebut untuk membaca artikel lebih lanjut.


3. Ulah Suku Nias Sendiri

Orang membenci kita belum tentu karena kejahatan fatal yang kita buat kepadanya. Bisa jadi karena ulah / kesalahan dikit yang tidak disadari dan dianggap sepele.

Suku Nias juga manusia biasa. Oleh karena itu tentu sudah menjadi kodrat dari sana bila melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa membuat orang lain merasa jengkel hingga menjadi benci.

Kesalahan seperti bertutur kata tidak sopan yang berujung menyinggung perasaan, lebih mementingkan diri sendiri / egois, terlalu menonjolkan harga diri, menjatuhkan karena tidak senang bila orang lain memiliki kelebihan bila dibanding dengan dirinya, merasa paling benar dan yang lain salah, dan lain sebagainya.

Ulah-ulah seperti ini tentu menjadikan kita dibenci.

Sepele memang menurut kita...

Belum tentu menurut orang lain. Bisa jadi dia tersinggung, marah dan dendam.

Apakah sikap seperti ini dimiliki oleh suku Nias? Semua manusia ciptaan Tuhan tak pernah luput dari kesalahan. Paling tidak sekali dua kali pernah berulah dan lari dari jalur yang sebaiknya dilakukan. Barangkali karena suku Nias juga ciptaan Tuhan maka tidak berkesalahan bila mimin mengatakan bahwa suku Nias juga memiliki sikap seperti itu.


Kesimpulan

Pada dasarnya suku Nias adalah orang baik. Bila anda pernah mendengar hal buruk tentang mereka sebaiknya dicari tahu dulu kebenarannya. Meski demikian, saya tidak mengatakan orang Nias bagaikan malaikat.

Tetapi...

Ada oknum tertentu yang mungkin telah melakukan kejadian-kejadian yang tidak manusiawi dan sangat fatal. Nah itu, termasuk orang yang tidak beriman.

Suku Nias bukanlah suku yang harus dibenci. Karena suku Nias sama seperti suku-suku lainnya di Indonesia.

Demikianlah ulasan yang mengulas tentang kenapa suku Nias dibenci. Bila ada tanggapan maupun saran silahkan disampaikan melalui kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat buat kita semua. Ya'ahowu.

Post a Comment