4 Fakta Tari Fame'e Afo, Tari Penyambutan Tamu Dari Nias

Pernahkan Anda mendengar tarian Fame'e Afo?? Dari mana asalnya? Tenang saja, Anda bisa mendapatkan informasi terkait tarian ini melalui ulasan ini? Yukkk, mari cari tahu melalui penjelasan dibawah.

Tradisi mengunyah sirih pinang atau menginang, yang sebenarnya dilakukan oleh masyarakat Indonesia di hampir semua pulau seperti Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua dan Sumatera ini juga dilakukan di Pulau Nias. Kebiasaan inilah yang menjadikan kekayaan Nias makin lengkap.


Tari Fame'e Afo Sebagai Tarian Penyambutan Tamu dari Nias

Tak hanya kaya dengan alamnya yang indah. Serta keragaman budaya dan tradisi leluhur yang masih hidup dan melekat sampai saat ini seperti tradisi lompat batu (hombo batu), rumah adat (omo hada), peninggalan situs megalitikum, serta tari-tarian seperti tari perang (Fataele) dan Mogaele serta tradisi budaya unik lainnya.

Masyarakat meyakini ini sebagai kegiatan untuk mengisi waktu senggang. Ada juga yang melakukannya karena memberi kenikmatan seperti orang merokok. Ada yang meyakini memberi manfaat kesehatan seperti menghilangkan bau mulut, menyehatkan gigi maupun pencernaan.

Kegiatan turun temurun ini dilakukan baik oleh perempuan maupun laki-laki. Orang Nias menyebutkan sebagai tradisi manga afo. Manga afo adalah tradisi bersirih atau menginang yang dilakukan dengan cara mengunyah 5 (lima) bahan-bahan seperti tawuo (daun sirih), betua (kapur), gambe (daun gambir), bago (tembakau), dan fino (buah pinang). Racikan kelima bahan ini disebut Afo.



Saking hidup dan melekatnya tradisi ini bagi orang Nias (Ono Niha), femanga afo dianggap sebagai simbol budaya dan terkadang menjadi bagian dari acara-acara adat di Nias seperti acara penyambutan tamu kehormatan, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, atau tamu lain dari luar daerah.

Tarian Fame’e Afo

Tari Fame'e Afo

Apabila ada orang asing yang berkunjung di Nias dan masih berada di luar atau di halaman rumah, ia adalah orang asing dan belum tentu diterima sebagai tamu. Tapi saat masuk dalam rumah ia adalah raja yang harus dihargai dan kepadanya wajib disuguhkan sirih sebagai lambang penghargaan. Demikianlah kira-kira ungkapan yang menggambarkan betapa orang Nias sangat menghargai tamu-tamunya.

Hal itu bisa Anda rasakan manakala menginjakkan kaki di tanah Nias. Berbagai ritual penyambutan tamu selalu mewarnai setiap acara. Afo dikemas rapi dalam wadah yang terbuat dari anyaman daun pandan yang disebut Bolanafo.

Tak sekadar disuguhkan begitu saja, melainkan diantar dengan sebuah tarian yang dinamakan Tari Fame’e Afo. Tarian ini merupakan tarian tradional Nias yang menggabungkan antara kekuatan dan kelemahlembutan yang menjadi ciri khas anak Nias.

Tarian Fame’e Afo adalah ritual tarian yang biasa dilakukan masyarakat Nias untuk menyambut tamu kehormatan, tarian itu serupa tari sekapur sirih

Jadi sebelum afo disuguhkan, beberapa penari yang semuanya wanita akan menari dengan gerakan yang sangat halus dan gemulai diiringi musik tradisional seperti gong, canang, dan bedug. Selesai menari, para penari ini kemudian mendatangi tamu terhormat satu persatu untuk menyerahkan sirih-pinang. Lalu sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah, para tamu diwajibkan untuk mengambil kemudian menguyahnya.

Bagaimana sih rasanya?? Jika anda pertama kali mengunyah afo maka anda merasa pahit. Selain pahit ada juga rasa getir akibat daun sirih. Kepala pun lama-kelamaan jadi pening. Entah kenapa. Katanya sih ini akibat kapurnya. Lalu, produksi ludah makin banyak. Itulah kenapa, saat melihat orang menginang kita selalu lihat dia sering meludah. Air liurnya pun berwarna merah akibat campuran daun sirih dan kapur serta buah pinang.

Fakta Tentang Fame’e Afo

1. Sirih Tanda Penghormatan dan Rasa Aman

Tarian fame'e afo dulunya biasa dilakukan di kalangan bangsawan yang melibatkan warga desa sebagai penghormatan pada tamu yang diundang untuk acara-acara adat.

Sirih sebagai ciri khas dari tarian ini merupakan tanda penghormatan. Tamu yang memakan sirih, artinya dia percaya kepada si tuan rumah bahwa selama dia di tempat itu dia aman

2. Ditarikan Oleh Perempuan

Personil Tari Fame'e Afo dari Nias

Namun saat ini, fame'e afo lazim digunakan juga untuk menyambut tamu-tamu di luar acara adat.

Biasanya, fame afo ditarikan oleh enam sampai 12 penari perempuan dimulai dengan kalimat-kalimat penyambutan yang diserukan oleh seorang pemimpin.

Nantinya, pemimpin ini mengkomandoi warga untuk menghantarkan sirih kepada si tamu untuk dikunyah, seraya menyahut "hoooi" bersama-sama.

Selanjutnya, pada prosesi ini, penari perempuan mulai menari sambil membawa bolanafo atau tempat menyimpan sirih dengan iringan dua lelaki yang membawa alat perang. Ini menyimbolkan penjagaan untuk para penari agar tidak diganggu.

3. Tarian Diiringi Musik dan Nasehat - Nasehat

Tarian fame afo dipersembahkan tidak boleh lebih dari sembilan ragam gerak yang pada langkah keenam atau kesembilannya, penari menyuguhkan sirih pada tamu. Prosesi ini diiringi seruan dari pemuda yang mengawal sambil menyebut nama tamu yang disambut.

Setelah itu pemuda pengawal juga menyampaikan penyambutan dan kerendahan hati dengan bahasa Nias kepada para tamu. Semua prosesi ini biasanya diiringi juga oleh syair yang berisi nasihat, hikayat, folklore dengan iringan musik tradisional seperti fondrahi, seruling, aramba, canang, tamburu, serta gendang.

4. Simbol Rendah Hati

Menyuguhkan afo di beberapa tempat bisa diartikan sebagai simbol kerendahan hati dan sengaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah.

Sebentuk daun sirih (sebagai aspek ikonik) dalam kaitan ini dapat dirujuk pada aspek indeksikalnya adalah sifat rasa yang pedar dan pedas. Simbol yang terkandung di dalamnya adalah sifat rendah hati dan pemberani.

Afo juga dianggap memiliki makna sebagai sumber perdamaian dan kehangatan sosial. Hal ini tergambar ketika berlangsung musyawarah untuk menyelesaikan persengketaan, upacara perdamaian, upacara adat dan upacara lainnya, sirih pinang hadir ditengah-tengahnya.

Semua bentuk upacara itu selalu diawali dengan menyuguhkan afo sebelum upacara tersebut dimulai. Dalam etika sosial masyarakat Nias, tamu harus selalu dilayani dan dihormati secara istimewa.

Demikian ulasan tentang Tarian Fame'e Afo sebagai Tari Penyambutan Tamu Dari Nias, semoga bermanfaat.

Post a Comment