Tradisi Lompat Batu (Hombo Batu) Suku Nias yang Mendunia
July 28, 2020
Published
May 03, 2020
Lompat Batu (Hombo Batu) Nias - merupakan tradisi unik dari daerah pulau Nias. Sebagian orang juga menyebutnya fahombo.
Tradisi ini sudah terkenal hingga manca negara. Wajar saja, tradisi ini tak ada duanya dibelahan dunia yang lain, satu-satunya cuma ada di pulau Nias. Inilah sebuah kebanggaan khususnya bagi daerah Nias dan sebagai kekayaan tersendiri bagi Indonesia pada umumnya.
Saking terkenalnya, hombo batu dijadikan sebagai ikon destinasi wisata khususnya di daerah pulau Nias. Bukan tanpa alasan, oleh karena hombo batu melambangkan seseorang yang memiliki karakter keras, kuat, dan pemberani.
Lantas, apa maksud dari hombo batu??
Sebelumnya, perlu diinformasikan bahwa hombo batu umumnya dilakukan di daerah Bawömataluo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Dalam terjemahan Indonesia, hombo artinya terbang/lompat dan batu/kara artinya batu. Singkatnya, hombo batu berarti terbang atau melompati sebuah batu. Atraksi ini dilakukan oleh laki-laki.
Asal usul hombo batu
Tradisi hombo batu sudah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun di setiap keluarga dari ayah kepada semua anak laki-lakinya.
Awalnya, hombo batu ini merupakan tradisi yang lahir dari kebiasaan laki-laki Nias yang dilatih sebagai pejuang-pejuang perang. Konon katanya, laki-laki sebagai pejuang perang diharuskan memiliki karakter keras, kuat dan pemberani.
Dahulu, perang antar-wilayah kerap terjadi.
Setiap wilayah biasanya dipagari dengan bambu setinggi dua meter atau lebih. Untuk bisa ikut berperang dan diterima sebagai prajurit raja, seorang pemuda harus bisa melompati pagar bambu tinggi yang memagari wilayah lawan.
Untuk memenuhinya persyaratan tersebut maka pemuda yang berkeinginan menjadi pejuang perang diharuskan untuk bisa melakukan hombo batu.
Untuk bisa melakukan atraksi hombo batu, anak laki-laki dari daerah Nias sudah mulai dilatih sejak umur 7 tahun dengan melompati tali atau bambu terlebih dahulu. Ukuran tingginya pun disesuaikan dengan bertambahnya usia si anak.
Bila sudah saatnya maka si anak diberikan kesempatan untuk melompati tumpukan batu berbentuk prisma tegak yang sudah disusun dengan tinggi kurang lebih 2 meter.
Keberhasilan melompati tumpukan batu tersebut menandakan bahwa si anak sudah menunjukkan sikap sebagai seorang laki-laki pemberani dan sudah mencapai tingkat kedewasaan sebagai keturunan pejuang Nias.
Hanya saja, tidak semua laki-laki dari daerah Nias sanggup melakukannya meskipun sudah berlatih sejak dari kecil.
Suku Nias mempercayai bahwa selain latihan sejak dari kecil, juga ada unsur magis dari roh leluhur sehingga seorang anak laki-laki berhasil melompati batu dengan sempurna.
Bagaimana cara melakukan hombo batu??
Sepintas kalau kita lihat mudah. Tapi tahukah sobat semua kalau untuk melakukannya sangatlah sulit?? Ya, memang sulit bagi orang yang kali pertama melakukannya. Tetapi, sesuai penjelasan sebelumnya, akan mudah jika sedari dulu sudah melakukan latihan.
Cara melakukannya yaitu pertama-tama pelompat harus mengambil ancang-ancang lari, berkisar 20 - 50 meter dari posisi susunan batu.
Kemudian si pelompat berlari pelan-pelan, kemudian semakin kencang bila mendekati batu. Sebagai bantuan, pelompat akan menggunakan batu kecil yang ada didekat batu yang sudah tersusun tinggi sebagai pijakan kaki agar badan si pelompat bisa terangkat ke atas.
Aturan yang tidak boleh dilanggar dalam atraksi ini adalah anggota tubuh seperti kaki, tangan atau anggota tubuh lainnya tidak boleh menyentuh sedikit pun bagian batu. Jika hal ini terjadi maka harus mengulangnya dari awal sampai semua anggota tubuh benar-benar melompati batu dan tidak mengenainya sedikit pun.
Pakaian pelompat hombo batu
Setiap pelompat harus berpakaian khas prajurit kerajaan dengan warna khas Nias, yaitu merah, kuning, dan hitam. Pakaiannya terdiri dari baju lengan pendek/rompi, celana pendek, kemudian memakai mahkota atau pengikat kepala.
Kesimpulan
Tradisi hombo batu sudah sepatutnya dilestarikan mengingat tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya unik daerah kita Nias dan Indonesia pada umumnya.
Ada saran dan Pertanyaan?
Silahkan isi dikolom komentar dibawah.
Demikian dan semoga bermanfaat. Salam Ono Niha - Ya'ahowu.

