Mengenal Ono Niha Asal Pulau Nias

Ono Niha

Siapakah Ono Niha? - Ono Niha merupakan sebutan untuk sekelompok suku yang tinggal di daerah Pulau Nias (dikenal dengan Tanö Niha).

Ada banyak panggilan untuk ono niha seperti niha khoda, kadang juga dipanggil banuada (menandakan tinggal dalam satu wilayah). Tetapi bila memiliki hubungan persaudaraan biasa dipanggil talifusoda.

Dalam bahasa Indonesia, Ono Niha disebut sebagai suku Nias atau orang Nias.

Ono niha bukanlah sekelompok suku yang asing lagi, mengingat ada banyak tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari daerah Nias. Sebut saja seperti bapak Yasonna H. Laoly (Menkumham), Christian Zebua, dan beberapa tokoh lainnya.

Dalam penampilan, ono niha cukup familiar karena perawakannya menyerupai orang cina atau korea.

Melalui tata bahasa yang digunakan sehari-hari, ono niha dipresentasikan sebagai orang yang memiliki jiwa yang kuat, tegas dan berintegritas tinggi.

Jika dilihat dari sejarah masa lalunya, ono niha sudah mulai dilatih dan dididik oleh orang tua mulai sejak kecil. Latihan dan didikan berkaitan dengan sosial-kemasyarakatan, cara bergotong royong, kerjasama dan juga dalam hal melindungi diri dan keluarga.

Itu sebabnya ketika sudah dewasa ono niha sudah memiliki kepribadian yang baik dan mudah beradaptasi dengan sesama.

Hingga saat ini, melatih dan mendidik masih terus dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Meregenerasikan kepribadian yang baik merupakan hal yang utama bagi masyarakat ono niha.

Disamping itu, beberapa hal lain yang masih bertahan hingga saat ini. Seperti tradisi, budaya dan adat istiadat, kesenian daerah, dan lain sebagainya.

Hal ini merupakan salah satu ciri khas yang membuat ono niha cukup dikenal bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang luar untuk mengetahuinya.

Pelaksanaan pesta pernikahan misalnya. Tradisi adat pelaksanaannya masih terjaga dan terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warisan budaya dan nilai luhur adat istiadat tetap dijunjung tinggi dan dilestarikan.

Demikian juga ketika pergelaran kesenian daerah. Beberapa tarian yang biasa dilakukan yaitu tari perang, tari maena, tari moyo dan beberapa tarian lainnya.

Inilah salah satu keunikan yang dimiliki oleh ono niha. Semoga hal ini tetap diregenerasikan secara turun temurun kepada generasi suku Nias berikutnya.


3 Fakta Ono Niha, Leluhur Orang Nias yang Datang dari Negeri China

Pulau Nias memiliki populasi penduduk hampir sebanyak 1.000.000 jiwa. Mereka terdiri dari beragam etnis. Salah satunya tentu Suku Nias sendiri.

Berdasarkan cerita-cerita lisan yang berkembang, banyak sumber yang menceritakan asal-usul Suku Nias. Salah satunya adalah cerita soal leluhur orang Nias yang datang dari dataran Cina bagian selatan.

Mereka disebut dengan julukan Ono Niha. Dikutip dari Neliti.com, mereka bermigrasi dari wilayah Yunan secara bergelombang mulai sekitar 3.500 tahun sebelum masehi hingga awal-awal masehi.

Lalu seperti apa kisahnya hingga mereka bertahan hidup di Pulau Nias hingga beranak-pinak menghasilkan keturunan hingga sekarang? Berikut selengkapnya:


Kedatangan Orang-orang Cina di Nias

Suku Nias - Ono Niha

Orang-Orang Cina diperkirakan tiba di Nias melalui Pelabuhan Singkuang. Mereka kemudian bergerak ke arah barat dan sampai di wilayah Lahusa dan Gomo. Maka tak heran, hingga 500 tahun yang lalu, pusat peradaban orang-orang Nias masih berada di tepi Sungai Susua dan Gomo.

Kedatangan orang-orang Cina inilah yang kemudian mendesak kehidupan suku-suku sebelumnya di Nias. Lama-kelamaan, suku-suku ini menjadi punah. Banyak hal yang menyebabkan suku-suku ini punah seperti hukum rimba, sumber daya alam yang menipis.


Mata Pencaharian

Ono Niha Nias

Saat tiba di Nias, para Ono Niha sudah mengenal cara bercocok tanam dan memproduksi makanan. Mereka juga sudah tinggal menetap. Banyaknya waktu luang juga mendorong mereka untuk memikirkan dan membayangkan hal-hal yang abstrak. Hal-hal abstrak itu diwujudkan salah satunya dalam bentuk keindahan.

Ekspresi keindahan itu dapat dilihat dari manik-manik di pakaian orang nias dan gelang yang dipakai di bagian lengan dan kaki. Dilihat dari periodenya, masa ini disebut zaman neolitikum yang ditandai dengan kemampuan memproduksi makanan dan benda-benda kebudayaan seperti tembikar, kapak batu, patung, dan lain sebagainya.

Atas dasar itu pula kelompok dari Yunan ini memproklamasikan diri sebagai kelompok pertama yang telah meletakkan dasar-dasar kebudayaan sebagaimana yang diekspresikan orang nias saat ini.


Proses Pembentukan Marga

Hombo Batu Ono Niha

Dalam periode selanjutnya, tak ada suku lain di Nias selain Ono Niha ini. Mereka kemudian beranjak dari tempat tinggal leluhur di sepanjang Sungai Gomo dan mencari daerah yang baru.

Sejak persebaran itu, marga-marga di Nias mulai terbentuk. Bersamaan dengan itu pula muncul bibit-bibit persaingan di antara mereka. Suasana seperti itu tetap dirasakan hingga sekarang.

Setiap marga berusaha menampilkan diri sebagai yang paling unggul. Maka dari itu muncul berbagai tradisi seperti tradisi Owasa dan Mangani Binu. Harga diri seseorang ditentukan oleh berapa jumlah kepala babi dan kepala manusia yang berhasil dipenggal. (Sumber: merdeka)

Post a Comment